Bisnis.com, JAKARTA–PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada hari ini, Jumat (29/5/2015), sebagai emiten ke-510 di PT Bursa Efek Indonesia.

Puradelta Lestari merupakan emiten pengelola kawasan industri Deltamas di Cikarang Jawa Barat. Puradelta juga merupakan perusahaan terafiliasi dengan Grup Sinar Mas, yakni Sinarmas Land, yang menjadi induk usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) dan PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI).

Puradelta Lestari didirikan pada 12 November 1993. Kantor pusat perseroan berada di Jalan Kali Besar Barat Nomor 8, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Perusahaan ini memiliki kegiatan utama di bidang pembangunan perumahan dan fasilitas-fasilitasnya, rumah-toko (ruko) termasuk infrastruktur dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, serta menjual dan menyewakan bangunan tersebut. Selain itu, Puradelta juga bergerak dalam bidang pembangunan dan pengusahaan kawasan industri (Industrial Estate) beserta fasilitas-fasilitas penunjangnya.

Sebelum IPO, saham Puradelta Lestari digenggam oleh AFP International Capital Pte. Ltd sebesar 45,97%, Fame Bridge Investments Ltd (25,00%), Sojitz Corporation (25,00%), Jermina Limited (2,74%) dan PT Sumber Arusmulia (1,29%).

Adapun Sinarmas Land Ltd. memiliki langsung 100% saham AFP International Capital Pte. Ltd. dan memiliki secara tidak langsung 100% saham Jermina Limited dan PT Sumber Arusmulia.

Saat ini, proyek utama DMAS adalah mengembangkan kawasan Kota Deltamas seluas 3.049 hektare di Cikarang Jawa Barat. Kota Deltamas terdiri dari 47% lahan industri, 25% lahan komersial, dan 28% lahan perumahan.

Pada 20 Mei 2015, DMAS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4,81 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dan pada harga penawaran Rp210 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan di BEI pada 29 Mei 2015.

Hingga 31 Desember 2014, Puradelta mengantongi pendapatan Rp1,53 triliun, lebih rendah ketimbang perolehan setahun sebelumnya Rp1,82 triliun. Pendapatan tersebut dikontribusi oleh segmen industrial Rp799,63 miliar (52%), komersial Rp694,47 miliar (45%), dan hunian Rp44,15 miliar (3%).

Laba kotor yang dikantongi Puradelta mencapai Rp1,07 triliun sepanjang tahun lalu, naik dari sebelumnya Rp997,51 miliar. Laba operasional juga meningkat menjadi Rp1 triliun dari Rp922,57 miliar.

Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp964,56 miliar dari sebelumnya Rp941,45 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada 2014 mencapai Rp964,11 miliar dari Rp941,3 miliar.

Per akhir tahun lalu, total aset Puradelta Lestari mencapai Rp7,6 triliun, turun tipis dari sebelumnya Rp7,67 triliun. Liabilitas mencapai Rp1,2 triliun dari Rp2,24 triliun dan ekuitas Rp6,39 triliun dari Rp5,43 triliun.

This entry passed through the Full-Text RSS service – if this is your content and you’re reading it on someone else’s site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Bisnis.com