compactJAKARTA – Bisnis ritel Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp460 miliar akibat banjir yang melanda DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. “Distribusi yang terhambat akibat banjir Jakarta mengakibatkan kerugian sebesar Rp460 miliar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Satria Hamid Ahmadi,  Kamis (17/1/2013).

Satria mengatakan, nilai kerugian akibat banjir yang melanda Jakarta tersebut sebesar 30 persen dari total kerugian distribusi untuk seluruh wilayah Indonesia. “Untuk kerugian akibat hambatan distribusi secara nasional sekitar Rp1,2 triliun, karena bencana bukan hanya terjadi di Jakarta,” jelas Satria.

Kerugian tersebut, lanjut Satria, akibat dari para pemasok mengalami kesulitan akses untuk mengirimkan produk-produknya, terutama untuk produk sayuran dan buah.

Berdasarkan data dari Aprindo, pasokan buah dan sayur selama satu hari sebanyak lebih dari 467.000 ton, dan akibat cuaca ekstrim dan bencana banjir di beberapa daerah selama beberapa hari itu, pasokan menurun menjadi sekitar 396 ribu ton per hari.

“Pasokan berkurang sebesar 10% sampai 15%, atau kapasitas hilang kurang lebih 70.000  ton per hari, selain cuaca buruk dan bencana banjir hal tersebut juga akibat dari infrastruktur yang kurang memadai,” ujar Satria.

Satria menjelaskan, beberapa bencana seperti longsor di Sumatra juga menjadi salah satu penyebab meruginya bisnis ritel tersebut, dan perhitungan kerugian itu bukan hanya terhitung sejak Kamis (17/1/2013) saja.

“Perhitungan kerugian sejak tujuh hari yang lalu, di Jakarta banjir besarnya baru terasa sekarang namun sebenarnya sudah dimulai beberapa hari yang lalu,” kata Satria.

Satria menambahkan, akibat adanya banjir Jakarta itu, pendistribusian barang dari satu ke tempat lain yang biasanya hanya memakan waktu tiga hari, kali ini harus memakan waktu enam hari.

“Untuk pendistribusian saat normal diperlukan waktu tiga hari, akibat banjir ini menjadi enam hari, dan itu yang membuat biaya melonjak dan bisnis ritel mengalami kerugian,” kata Satria.

Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama di Jakarta tergenang air dan memutus akses masyarakat untuk melakukan aktivitas. (Antara/msb)