BEKASI (Pos Kota- Sebelas pelaku yang sering membuat keresahan di Pondokgede, ditangkap jajaran Polsek Pondokgede, Rabu malam, hingga Kamis pagi ini masih diperiksa secara intensif.

“Para pelaku merupakan kelompok yang sering mengendarai sepeda motor,” ujar Kapolsek Pondokgede Kompol M Kunto Wibisono,Mereka merupakan enam remaja yang masih di bawah umur dan lima pemuda. Para pelaku ini berdomisili di Kota Bekasi dan Jakarta Timur.

Pelaku yang berdomisili di Pondokmelati, Kota Bekasi antara lain RS (18), VDN (16), FAD (16), IB (16) dan MI (14). Sedangkan pelaku yang tinggal di Jakarta Timur antara lain RKA (19), G (27), N ((19), RK (20), FN (16), dan TAP (14).

“Motif para pelaku adalah melakukan perampasan sepeda motor dan penganiayaan terhadap korban. Mereka beraksi setelah minum-minuman keras,” ujar Kunto Wibisono di Mapolsek Pondokgede.

Kapolsek membantah pelaku ini merupakan kelompok geng motor yang menamakan “Geng Amerika” atau Anak Merdeka Kalisari.

“Mereka bukan geng motor. Hanya merupakan kumpulan anak remaja yang sering nongkrong. Berdasarkan keterangan pelaku mereka menamakan kelompoknya Tengky Boys,” ujar Kunto.

Berdasarkan keterangan Kapolsek, kronologi kejadian berawal dari 30 orang melintasi SDN Jatiwarna I, di Jalan Pasar Kecapi, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, merampas sepeda motor Honda Mio, milik Arif Febrian, pada Minggu (16/2) sekitar pukul 02.10 WIB.

Setelah merampas sepeda motor, kelompok Tengky Boys ini bergerak ke arah Warnet D’Core Net, tidak jauh dari lokasi perampasan motor Honda Mio.”Mereka berjalan kaki sambil membawa senjata tajam dan botol plastik berisi air keras,” kata Kapolsek.

Di dalam Warnet D’Core Net, para pelaku mengambil handphone milik Yono bin Wagino. Korban tidak terima dan mengejar pelaku namun malah dikeroyok dan dibacok kelompok ini.

Selanjutnya, Tengky Boys ini menghentikan kendaraan milik Kusnadi alias Dameng dengan menyiram air keras dan membacok korban. Korban luka parah di bagian wajah akibat siraman air keras. Sepeda motor milik Kusnadi tidak berhasil dirampas para pelaku.

Pelaku juga menyiramkan air keras kepada Kristantianto hingga melukai bibir korban.

Hingga saat ini, dua korban yakni Yono dan Kusnadi yang dirawat di rumah sakit sedangkan Kristantianto dilakukan rawat jalan.

Kepolisian menyita barang bukti senjata tajam jenis clurit dan semacam kelewang atau senjata yang disebut “bulu ayam”, enam handphone dan botol plastik tempat menyimpan air keras.

Para pelaku dijerat Pasal 365 dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 12 tahun pernjara.

Mengingat para pelaku masih di bawah umur, kepolisian berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi untuk melanjutkan proses hukumnya.

“Kami tetap melanjutkan proses hukum dengan didampingi dari KPAI,” ujar Kunto. (Saban)