Kementerian Perumahan Rakyat

Kementerian Perumahan Rakyat

Amlapura – Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa membedah sedikitnya 1 juta unit rumah keluarga miskin di Indonesia melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Kami menargetkan selama dua tahun ke depan atau (hingga) 2014 minimal terealisasi sebanyak satu juta unit rumah yang dibedah melalui program tersebut. Hal itu berdasarkan pencapaian pada 2011 yang dapat membedah sebanyak 250.000 unit,” kata Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz saat mengunjungi Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu.

Program BSPS merupakan bagian upaya mengurangi kemiskinan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan tempat tinggal layak.

Program BSPS adalah bagian upaya mengurangi angka kemiskinan yang lebih diutamakan dibandingkan dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Alasannya adalah masyarakat miskin lebih cenderung membutuhkan sehingga dengan BSPS dan didukung anggaran pemerintah daerah setempat, diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

Sementara program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tahun ini, Kemenpera berencana mengalokasikan anggaran Rp7 triliun dengan target pembangunan rumah 132.000 unit, naik dari realisasi tahun lalu 80.000 unit.

Meski program FLPP menyedot anggaran yang cukup besar, ke depan akan dirancang memberi porsi yang lebih besar bagi program BSPS.

Berdasarkan data, Kemenpera pada tahun lalu telah merealisasikan anggaran sekitar Rp3,981 triliun atau sekitar 77,56 persen dari total anggaran daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) kementerian tersebut sebesar Rp5,133 triliun.

Dibandingkan tahun 2011, pencapaian tersebut naik sekitar tujuh persen dari realisasinya sebesar 70,61 persen.

Menteri mengatakan, untuk pembangunan rumah susun sederhana (Rusunawa) pada 2012, Kemenpera telah merealisasikan 217 twin block (TB) yang terdiri untuk TNI 56 TB, Polri 28 TB, pekerja atau buruh 23 TB, mahasiswa 32 TB dan santri pondok pesantren 78 TB.

Total anggaran pembangunan Rusunawa tahun lalu telah terealisasi Rp1,0018 triliun atau 87,97 persen dari pagu anggaran sebesar Rp1,1387 triliun, ucapnya. |Ant|