Kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2012 cukup memuaskan. Tak heran, bila analis memberi penilaian positif terhadap emiten ini.

Saat ini, BBNI diperdagangkan dengan PE 2012 sebesar 10,9 kali dari P/BV 1,5 kali,”Rekomendasi beli saham BBNI,”ujar Yualdo Yudoprawiro dari Samuel Sekuritas.

Seperti diketahui, BBNI membukukan kenaikan net interest income 19.0% YoY pada September 2012, sedangkan laba bersih berhasil naik 24,5% karena penurunan provisi sebesar 8,8%.

Sementara kredit hanya naik 14,8% YoY, underperform terhadap sektor yang naik hingga 24%. Hal ini dipicu perlambatan pertumbuhan kredit korporasi dan juga penurunan kredit international dan retail. Bahkan di 3Q12, kredit hanya naik 2.8% dikarenakan terjadi penurunan kredit valas sebesar 13%.

Menurut Yualdo, asumsi pertumbuhan kredit pihaknya sebesar 15,9% pada 2012, cukup akomodatif merespon perlambatan kredit valas saat ini,”Namun kami sedikit menurunkan beban provisi seiring rendahnya provisi pada kuartal tiga 2012,”ujarnya.

Adapun kenaikan laba bersih BBNI pada kuartal tiga ini sebesar 24,5%, atau naik dari Rp4,1 triliun menjadi Rp5,04 triliun, didorong pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 12,1%

Analis Etrading Securities menilai pencapaian ini merupakan hal yang positif. Terutama karena adanya dukungan dari perbaikan kinerja pada layanan perbankan konvensional, seperti kredit, dan perbaikan kualitas layanan ekstra, seperti cash management hingga trade finance.

Pendapatan bunga bersih BBNI hingga September 2012 mencapai Rp11,2 triliun,naik 19% dari Rp9,4 triliun pada periode yang sama 2011.

Pertumbuhan pendapatan perseroan didukung pertumbuhan kredit yang ekspansif. Loan to Deposit Ratio (LDR) turun menjadi 76,8 %, YoY dari 78,3%, terutama disebabkan fokus BBNI pada pembiayaan dalam mata uang Rupiah, di tengah kurang agresifnya pembiayaan dalam mata uang dolar AS.

Penyaluran kredit korporasi BBNI akan berfokus pada sektor infrastruktur sebagai bentuk nyata dukungan terhadap perekonomian nasional yang sedang sangat membutuhkan penambahan infrastruktur.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 22 analis merekomendasikan beli, empat rekomendasi hold, dan 1 analis merekomendasi jual dengan target harga Rp4.678 per saham BBNI. |INILAH.COM|