PT Indosat Tbk mencatatkan kinerja cukup baik, dengan laba bersih tahun berjalan 2012 (9 bulan) yang belum diaudit naik 55% YoY. Namun, pencapaian ini dinilai hanya untuk sementara waktu.

“Kami melihat kenaikan laba bersih sebesar 55% hanya bersifat jangka pendek saja, karena berdasarkan net margin ISAT, September 2012 menjadi sekitar 9,8% sedangkan periode September 2011 yaitu 6,7%,”kata analis Etrading Securities.

Dijelaskan, kenaikan laba perusahaan telekomunikasi ini dipicu pelepasan menara ISAT akhir Agustus lalu dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk senilai US$406 juta.

Selain itu, perseroan berhasil memperlihatkan pertumbuhan jumlah pelanggan selularnya yang naik 7,8% dari 51,5 juta pelanggan menjadi 55,5 juta pelanggan, “Angka ini menurut kami baik karena pendapatan terbesar ISAT disumbang dari pendapatan selular sebesar 82,4% dari total pendapatan,”ujarnya.

Seperti diketahui, ISAT mencatatkan laba bersih kuartal tiga 2012 sebesar Rp 1,62 triliun, atau naik 55% dibandingkan laba bersih tahun berjalan 2011 sebesar Rp 1,04 triliun.

Kenaikan laba ini ditopang dari kenaikan pendapatan usaha yang naik 7,6% dari Rp 15,3 triliun menjadi Rp 16,5 triliun. Pendapatan usaha ini dibagi menjadi pendapatan selular yang naik 8,5% dari Rp 12,5 triliun menjadi Rp 13,6 triliun.

Adapun berdasarkan konsensus bloomberg,sembilan analis merekomendasikan beli, 1 hold dan 7 analis sell, dengan target harga Rp5.650. |INILAH.COM|