RMOL. Seluruh elemen khususnya warga Muhammadiyah dan para akademisi diajak untuk menjadi corong atau mediator ke masyarakat mengenai pasar modal syariah.

“Merupakan salah satu bagian dari pengabdian masyarakat yang termasuk dalam Tridharma Perguruan Tinggi, dengan memberi pemahaman, literasi, edukasi kepada masyarakat tentang pasar modal syariah,” kata Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/11).

Demikian diungkapkan Mukhaer dalam sambutan saat penutupan kegiatan Training of Trainers (TOT) Pasar Modal Syariah di Auditorium Syafrudin Prawiranegara, Kampus A STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangsel.

TOT Pasar Modal Syariah dihadiri 100 lebih peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada Rabu-Kamis (1-2/11) dan merupakan hasil kerjasama STIE Ahmad Dahlan Jakarta dengan Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah.

Mukhaer menjelaskan kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pasar modal syariah sebagai salah satu instrumen investasi berbasis syariah di Indonesia.

“Kegiatan ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman tentang pasar modal syariah, karena tingkat literasi di masyarakat belum sampai 10 persen, bahkan berdasarkan riset OJK tingkat literasi sangat kecil hanya mencapai 7,6 persen yang mengetahui pasar modal, sehingga OJK membidik Muhammadiyah karena dianggap memiliki basis komunitas salah satunya melalui Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut yakni Ketua MEK PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, dan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1B OJK, Sugianto.

Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, Anwar Abbas dalam paparannya mengatakan, peserta training diharapkan selain mengerti dan memahami tentang pasar modal syariah, juga mampu menjadi pelaku atau investor.

“Jadi kalau bisa, selesai kegiatan ini, peserta langsung mulai berinvestasi di pasar modal syariah,” ungkapnya. [rus]



Source link