Senin, 25/09/2017

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Provinsi Bengkulu mengajak mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) untuk memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat.”Ini langkah efektif menjangkau masyarakat yang ada di daerah-daerah. Masyarakat selama ini menganggap investasi saham sama seperti judi atau investasi bodong, ini yang perlu kita luruskan,” kata Kepala BEI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Early Saputra di Bengkulu, kemarin.

Literasi keuangan bagi masyarakat, menurutnya, harus ditingkatkan karena sudah saatnya masyarakat Bengkulu berpartisipasi di pasar modal mengingat peluang besar sebagai investor masih terbuka lebar.”Investor di Indonesia ini baru sekitar 500 ribu orang, kalau di negara lain yang penduduknya sedikit saja sudah jutaan atau puluhan juta, bayangkan peluangnya masih besar sekali,”ujarnya.

Saham, lanjutnya, tidak hanya untuk pelaku bisnis semata, masyarakat yang hanya ingin menabung bisa menabung dalam bentuk saham, dan model ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung lewat perbankan.”Kalau menabung kita kena potongan biaya rekening setiap bulan, apalagi kalau ada ATM, kalau nabung saham tidak ada biaya seperti itu, malah dapat keuntungan dari kenaikan harga saham,” kata dia.

Selain saham perusahaan, masyarakat juga bisa berinvestasi dalam bentuk reksadana atau obligasi yang diterbitkan pemerintah, dan itu semua tersedia di pasar modal.”Kalau awam memilih saham sendiri, bisa diserahkan pada pialang dari perusahaan sekuritas, biar mereka bantu mengarahkannya,” ucap Early.

Sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN ini juga bisa menambah pengetahuan masyarakat tentang perbedaan investasi yang benar dengan investasi bodong. (ant/bani)



Source link