Ketidak pastian The Federal Reserve dalam melakukan penyesuaian suku bunga acuan (Fed Fund Rate) menjadi satu katalis dalam perdagangan di bursa global yang memunculkan keraguan investor untuk berburu equity di bursa

Pandangan dari Federal Open Market Committee dimana data-data yang dirilis pekan lalu oleh AS hanya dapat menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 38.000 pada bulan mei, dimana penambahan ini masih jauh dari ekspektasi sebanyak 162.000. Rendahnya resapan tenaga kerja dibulan mei inilah yang memungkinkan The Fed untuk menunda kebijakannya suku bunganya pada juni ini, apabila The Fed benar menunda kebijakannya maka ini dapat menjadi satu katalis positif bagi global market. Walau demikian eforia penguatan pasar mungkin tidak berlangsung lama, dimana pasar saat ini dihadapi oleh ketidakpastian atas Referendum Brexit. Referendum di inggris yang kurang dari 10 hari lagi yang akan menjadikan pasar mengalami kepanikan yang tidak menentu. Kepanikan tersebut terpicu juga oleh hasil polling diantara masyarakat Inggris mengenai keputusan Brexit.

Pertemuan Bank Sentral AS dan referendum terkait keanggotaan inggris di EU, inilah yang akan berdampak terhadap pasar global yang akhirnya merambat ke pasar asia . Sementara Bursa Efek Indonesia dimana investornya juga sedang menunggu rilis neraca perdagangan Indonesia, sehingga perdagangan lebih banyak “wait and see” walau ada indikasi neraca perdagangan indonesia terjadi kenaikan disisi impor terutama pada komuditas pangan, konsumsi dan industri tektil jelang lebaran bulan depan.

Ditengah sulitnya pasar Global dan sentimen dalam negeri yang tidak terlalu mengembirakan maka kemungkinan IHSG terlalu berat untuk berada di zona positif pada perdagangan hari ini., bahkan spekulasi perdagangan pada hari ini memungkinkan pergerakan pasar yang akan berfluktuasi.