surabayanews.co.id – Sama dengan lebaran di tanah air, Sholat Idul Fitri di Melbourne juga dilaksanakan pada hari Rabu 6 Juli 2016. Hal yang membedakan hanya suasananya. Masyarakat Indonesia di bagian barat Melbourne melaksanakan sholat di salah satu gedung di daerah Footscray. Gedung Reck West adalah salah satu tempat yang mempunyai hal dan biasa digunakan untuk acara komunitas.

Sholat dimulai pukul 7.30, dengan imam Ustadz Aep Saepuloh, mahasiswa doktoral di Fakultas Syariah, Universitas Al Azhar, Kairo Mesir. Sedangkan yang bertindak sebagai Khatib adalah Kiai Dedi Martoni, Direktur Azhari Islamic School di Jakarta. Dalam khutbahnya, Ustadz Dedi menekankan pentingnya menjaga semangat dan keistiqomahan untuk mengembalikan kejayaan islam.

Kedua ustadz tersebut sengaja didatangkan dari Mesir dan Jakarta khusus untuk memberikan ceramah dan berbagi ilmu selama sebulan penuh ramadhan. Ustadz Dedi didatangkan oleh Indonesia Muslim Community of Victoria (IMCV) dan ditempatkan di Masjid Baitul Makmur, salah satu masjid masyarakat Indonesia di Laverton, Melbourne. Sedangkan ustadz Aep diundang oleh komunitas Sulit Air Sepakat yang mempunyai Hall sendiri juga di daerah Laverton.

Setelah sholat, acara dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan dan makan bersama. Itulah kebiasaan yang mungkin berbeda dengan acara setelah sholat Ied di Indonesia. Acara wajib lainnya adalah makan bersama. Menu makan lebaran pun terhidang. Semua khas menu lebaran hadir, seperti lontong opor ayam, rendang dan sambal goreng hati pete.  Sehari sebelumnya para jamaah ibu-ibu, telah membagi tugas untuk saling membuat makanan yang akan disantap bersama.

Hal lainnya adalah ketatnya waktu peminjaman ruang. Jam 10, ruang komunitas sudah harus bersih, Maka, ibarat mengejar deadline, aksi bersih-bersih segera dilakukan. Termasuk memasukkan semua sampah sisa makanan ke dalam kantong plastik.

Hebatnya, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, maka ruang sholat kembali rapih dan bersih. Beberapa bagian bahkan sudah dipel hingga mengkilat. Kantong-kantong plastik sampah dibagikan dan dibawa pulang oleh sebagian jamaah.

Itu pula perbedaan dengan kebiasaan di tanah air, dimana lapangan setelah sholat biasanya banyak menyisakan sampah koran, mungkin berbagi rezeki bagi para pemulung yang kemudian membersihkannya.

Apapun perbedaannya, sholat Ied dimanapun, tidak terkecuali di Melbourne adalah penggenap kita untuk menuju fitrah. Suasana kebersamaan, kekompakan di antara sesama muslim Indonesia di perantauan menjadi pengobat rindu kampung halaman.






Source link