NEW YORK – Ingin tidur nyenyak? berhentilah merokok. Asap rokok ternyata bisa menyebabkan gangguan sulit tidur serta mengurangi kualitas tidur. Akibatnya, anda bisa mengalami gangguan mood.

Penderita insomnia umumnya mencoba bermacam cara mulai dari obat tidur agar tetap bisa beristirahat di malam hari. Padahal, tidur nyenyak di malam hari bisa diuapayakan dengan berhenti merokok.

Seperti dinukil dari dailynail, Jumat (3/1) temuan terbaru dari Universitas Rochester Medical Centre di New York itu menyebutkan asap tembakau bisa mengganggu jam tidur melalui mekanisme peradangan pada paru dan menekan aktivitas otak.

Para peneliti mengamati dua kelompok tikus yang ditempatkan di ruang merokok. Salah satu kelompok tikus mendapatkan suplay udara bersih. Kelompok lainnya terus menerus mendapatkan paparan asap rokok.

Lalu, peneliti memontitor aktivitas tikus. Tikus yang terkena paparan asap rokok ternyata kurang aktif bergerak dibandingkan tikus yang tidak terkena asap rokok.

Salah seorang peneliti ini Dr Irfan Rahman mengatakan bahwa asap rokok juga bisa menurunkan kadar Sirtuin1 dalam tubuh. Sirtuin1 merupakan zat yang berfungsi mengatur jam tidur. Kadar Sirtuin1 yang rendah berdampak pada menurunnya kualitas tidur.

Tikus yang terkena paparan asap rokok memiliki kadar Sirtuin1 yang lebih rendah dibandingkan tikus yang mendapatkan suplay udara bersih.

Temuan ini, kata dia membuka peluang penelitian baru untuk mengetahui cara meningkatkan fungsi otak dan paru-paru bagi para perokok, agar mereka tetap bisa memiliki tidur yang berkualitas. “Penelitian ini menemukan bahwa asap rokok bisa berdampak pada paru-paru dan neurofisiologis,” katanya. |ROL|

Reporter : dwi murdaningsih
Redaktur : Djibril Muhammad