Pada saat melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, tidak ada salahnya jika berkunjung ke Museum Seni Islami Kuala Lumpur atau atau Islamic Arts Museum yang terletak di sebelah komplek Masjid Negara dan dekat Taman Tasik Perdana.

Museum Seni Islami ini dibangun pada tahun 1998, dan hingga saat ini museum ini merupakan museum seni Islami terbesar di Asia Tenggara. Bangunan museum berlantai 4, berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. Bangunan museum didisain dengan ornamen dan hiasan yang mencerminkan kemegahan seni Islami yang telah berkembang sejak abad ke 7 Masehi.

Pada saat melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, tidak ada salahnya jika berkunjung ke Museum Seni Islami Kuala Lumpur atau atau Islamic Arts Museum yang terletak di sebelah komplek Masjid Negara dan dekat Taman Tasik Perdana.

Museum Seni Islami ini dibangun pada tahun 1998, dan hingga saat ini museum ini merupakan museum seni Islami terbesar di Asia Tenggara. Bangunan museum berlantai 4, berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. Bangunan museum didisain dengan ornamen dan hiasan yang mencerminkan kemegahan seni Islami yang telah berkembang sejak abad ke 7 Masehi.

Koleksi Al Qur’an tertua yang dimiliki museum ini adalah buatan tulisan tangan pada abad ke-8 yang disimpan di tempat khusus. Koleksi-koleksi Al Qur’an yang dipamerkan di museum ini berasal dari berbagai negara seperti Iran, Turki, Siria dan Malaysia.Di Museum ini juga ditampilkan aneka senjata yang digunakan pada masa kerajaan-kerajaan Islam jaman dulu, mulai dari abad pertengahan hingga jaman moderen, termasuk juga terdapat aneka senjata dari Nusantara seperti keris, badik dan panah.Selain menampilkan berbagai aneka koleksi islami, museum ini juga dilengkapi dengan Perpustakaan anak-anak, Auditorium, Air Mancur dan Teras Pemandangan.

Museum Seni Islami Kuala Lumpur dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai jam 10 pagi hingga jam 6 sore. Setiap hari Senin museum tutup. Biaya masuk museum adalah RM12 untuk dewasa dan RM6 untuk anak-anak antara 6 hingga 12 tahun.

Artikel ini juga bisa dibaca di http://budisulis.wordpress.com