OJK Arahkan Pembiayaan Infrastruktur dari Pasar Modal
Jumat, 17 November 2017 | 12:38

Wimboh Santoso.Wimboh Santoso.


JAKARTA– Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) mengarahkan untuk terus menggali pembiayaan
pembangunan infrastruktur yang bersumber dari pasar
modal.

“Perbankan tidak akan kuat membiayai pembangunan
infrastruktur. Jadi kami akan alihkan pembiayaan infrastruktur dari
pasar modal saja,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh
Santoso dalam pernyataan resmi yang diterima Antara
di Jakarta, Jumat.

Pemerintah memperkirakan biaya pembangunan
program strategis 2015-2019 sebesar Rp4.197 triliun. Pasar modal
diharapkan menjadi alternatif pembiayaannya melalui berbagai produk
yang sudah ada.

Pada tahun ini penghimpunan dana di pasar
modal sudah mencapai Rp220 triliun sementara pada 2018 ditargetkan
penghimpunan dana mencapai Rp673,94 triliun yang terdiri dari SBN
Rp414,5 triliun dan IPO, rights
issue
, RDPT, DIRE,
sukuk/obligasi korporasi Rp259,44 triliun.

Wimboh juga
menjelaskan perkembangan teknologi finansial (fintech)
yang tumbuh pesat dan membutuhkan regulasi yang tepat seperti dengan
pembentukan fintech center.

Sampai September perkembangan
Fintech peer to peer lending, total agregat pemberi pinjaman sebanyak
63.869 orang atau naik 344,68% (ytd). Total agregat peminjam sebanyak
157.276 orang atau meningkat 208,8% (ytd).

Sementara total
akumulasi pendanaan per September sebanyak Rp1,66 triliun atau
meningkat 632,58% (ytd), dengan rasio pinjaman macet 2016 (0,44%) dan
2017 (0,84%).

Sampai September sudah 24 (16 lokal dan 8 asing)
perusahaan P2P lending telah terdaftar dan berijin di OJK. Sementara
31 perusahaan P2P lending dalam proses pendaftaran.

Wimboh
menuturkan, untuk mendorong pembangunan nasional dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur harus diutamakan
karena akan membangkitkan ekonomi di sekitar sarana infrastruktur itu
dibangun.

“Infrastruktur jelas akan bermanfaat bagi
masyarakat karena perekonomian di kawasan akan bergerak, apalagi
kalau dilanjutkan dengan pembangunan industri di sekitarnya,”
ujar Wimboh. (gor)

Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Source link