Presiden Jokowi (ketiga kiri) berbincang dengan Menkeu Sri Mulyani (dari kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Dirut BEI Tito Sulistio sebelum membuka Pencatatan Perdana KIK EBA MandiriJasa Marga, Tbk. (JSMR 01) Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi, di BEI, Jakarta, Kamis (31/8)./Biro Pers Istana – Laily

JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pembiayaan dari pasar modal bisa mencapai Rp170,1 triliun hingga akhir tahun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan pembiayaan sektor jasa keuangan pada 2017 sebesar Rp717 triliun, yang didominasi perbankan. Adapun komposisi pembiayaan itu terdiri dari 73% perbankan, 24% dari pasar modal dan 3% industri keuangan non bank (IKNB).

“Kami harapkan porsi pembiayaan pasar modal akan meningkat dari saat ini 24%,” ungkapnya Kamis (31/8/2017).

Wimboh mengungkapkan, penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) Jasa Marga adalah pertama kali dilakukan. Dia mengharapkan inovasi instrumen pendanaan yang sama dapat diterbitkan juga oleh pihak yang swasta.

Dia mengungkapkan OJK akan mendorong pasar modal untuk memfasilitasi pembiayaan jangka panjang dengan program prioritas infrastruktur, dan diikuti investasi jangka panjang lainnya yaitu pihak swasta yang akan mendorong orientasi ekspor.

Wimboh menuturkan, OJK akan membangun kredibilitas dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan mendorong IPO dan jumlah investor domestik yang lebih banyak, menyediakan produk pasar modal yang lebih beragam. Selain itu, sambungnya, OJK bakal menyiapkan infrastruktur pasar modal yang lebih andal dan kompetitif, menyederhanakan proses penawaran umum, memperkuat penerapan good corporate governance (GCG) emiten.

 

 

 



Source link