INILAHCOM, Jakarta – Anggota Timwas Century DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akhirnya membawa kasus Century ke persidangan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Semoga sidang ini dapat memperkuat bukti-bukti yang sudah ditemukan dan mengungkap nama-nama lain yang terlibat,” kata Chandra ketika menghadiri sidang perdana kasus Bank Century di pengadilan Tipikor, Kamis (6/3/2014).

Kemarin pengadilan Tipikor menggelar sidang perdana kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dengan terdakwa Budi Mulya

Chandra menilai selama persidangan banyak terdapat kata-kata “terdakwa bersama-sama” menjadikan persidangan tersulit dan terbesar dalam kasus yang ditangani KPK. Ia berharap masyarakat mendukung dan mengawasi proses hukum yang berlangsung.

Selain itu ia juga meminta nama-nama lain seperti Boediono, Muliaman Hadad, Raden Pardede dapat membantu memberikan keterangan yang sebenar-benarnya terhadap kasus ini. “Kami optimis sidang ini akan berlanjut dan melebar terkait dengan nama-nama lain yang disebutkan selama persidangan tadi,” jelas Chandra.

Khusus untuk Boediono, Chandra menegaskan harus ada posisi tegas soal jabatan publik yang dipegangnya. Karena ia disebut secara bersama-sama Budi Mulya dalam tindak korupsi Bank Century, kemungkinan besar Boediono akan dijadikan saksi persidangan. Ia meminta sebaiknya Boediono non aktif terlebih dahulu dari jabatannya sebagai Wakil Presiden RI agar lebih leluasa dalam menghadapi persidangan.

Selama persidangan nama Boediono disebut 65 kali. “Sebaiknya Boediono harus non aktif karena jika masih berstatus sebagai Wakil Presiden pasti akan menimbulkan masalah keamanan dan kegaduhan lain,” tutup Chandra.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century dalam sidang perdana itu, terdakwa Budi Mulya turut bersama-sama dengan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom, mantan Deputi Gubernur Bidang 6 BI, Siti Fadjriah, mantan Deputi Gubernur Bidang 7 BI, Budi Rochadi, mantan Pemilik Bank Century, Robert Tantular dan Harmanus H Muslim. [adv]