[ad_1]

Jakarta – Pemegang saham PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) sepakat menggunakan 90,5% dari laba bersih tahun lalu atau sebesar Rp 57,2 miliar sebagai dividen tunai. Jumlah itu setara Rp 80 per saham. Tahun lalu, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 63,2 miliar.

Direktur Panin Sekuritas Pama Nugraha mengungkapkan bahwa dividen tunai yang dibagikan merupakan apresiasi kepada pemegang saham. Perseroan memang berkomitmen membagikan dividen kepada pemegang saham setiap tahun. “Sejak IPO pada 2000 hingga saat ini, perseroan telah membagikan dividen sekitar Rp 817 miliar atau 10 kali lipat dari modal saat IPO saham sebesar Rp 84 miliar,” tutur dia di Jakarta, Kamis (23/6).

Pada 2015, Panin Sekuritas membukukan kinerja keuangan yang cukup baik. Jumlah aset dan ekuitas konsolidasian akhir tahun lalu masing-masing sebesar Rp 1,5 triliun dan Rp 1 triliun. Pendapatan perseroan tahun lalu sebesar Rp 336,7 miliar, sedangkan laba bersih sebesar Rp 63,2 miliar.

Dari sisi kegiatan usaha, Panin mengalami peningkatan jumlah nasabah menacapai 60.000 nasabah pada akhir tahun lalu, tumbuh 20% dari nasabah tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan Pnain dalam memasarkan produk online trading dan reksa dana, khususnya menjangkau nasabah ritel.

Ke depan, perseroan akan terus meningkatkan jumlah nasabah dengan memperluas jaringan usaha dan melaksanakan program sosialisasi dan edukasi. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan seperti sekolah pasar modal, Goes to Campus, dan Goes to Office.

Sementara itu, anak usaha perseroan, PT Panin Asset Management hingga April tahun ini mencatat, dana kelolaaan (asset under management/AUM) reksa dana syariah sebesar Rp 358 miliar dari total AUM sebesar Rp 11,5 triliun. Sedangkan total investor reksa dana syariah sebanyak 5.100 orang dari total investor perseroan sebanyak 55.000 orang.

Menurut Head of Operation and Business Development Panin Asset Management Rudiyanto, sejak awal tahun ini, AUM reksa dana Syariah Panin Asset cenderung stabil. Meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat naik pada awal tahun, tetapi saat ini IHSG kembali melemah dan bergerak pada level 4.700 – 4.800. “Reksa dana saham syariah sempat naik 3% – 4%. Saat naik banyak juga investor yang profit taking,” tuturnya.

Dia melanjutkan bahwa perlu adanya dobrakan untuk ikut mendorong kinerja reksa dana syariah, misalnya IHSG mampu tembus hingga level 5.000. “Jika UU Tax Amnesty terealisasi, reksa dana syariah dan konvensional bisa naik,” ungkap dia.

Sebelumnya, Panin Asset Management meluncurkan produk reksa dana saham sektor infrastruktur. Peluncuran produk tersebut merupakan respons terhadap keseriusan pemerintah untuk mengembangkan sektor infrastruktur Indonesia.

Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan, produk tersebut bernama Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh. Nantinya produk itu akan menempatkan dananya pada 30 saham hingga 40 saham sektor infrastruktur dan sektor-sektor lain yang terpengaruh langsung maupun tidak langsung oleh berkembangnya infrastrukur di Indonesia.


Investor Daily

Muhammad Rausyan Fikry/MHD

Investor Daily

[ad_2]

Source link