Bogor – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berceramah mengenai situasi kehidupan nasional terkini. Terkait kondisi perekonomian, menurutnya, harus disadari, ekonomi Tanah Air masih lemah dan memiliki sejumlah masalah.

“Implikasi dari pertumbuhan rendah ini juga berpengaruh negatif, antara lain pada pendapatan dan daya beli rakyat, pada penerimaan negara dan kesehatan fiskal dan pada menurunnya permintaan yang akhirnya memukul sektor riil kita,” kata SBY dalam ceramahnya pada acara buka puasa bersama PD di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/6).

Ketika ekonomi Indonesia melemah, menurutnya, perekonomian dunia dan kawasan juga memiliki pelemahan pertumbuhan. Artinya, dia menyatakan, pemerintah harus sangat serius dan tepat di dalam mengelola perekonomian. “Kalau tidak, harapan ekonomi tahun 2016 ini lebih baik dari ekonomi tahun 2015 akan sirna. Dan, jika ada shock (krisis) baru pada tingkat dunia dan kawasan, ekonomi kita benar-benar dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Dia menuturkan, partainya menyoroti persoalan besar dalam APBN 2016. Dikatakan, jika tidak segera diatasi dan dicarikan solusinya, sangat bisa negara mengalami gagal fiskal. “Cegah defisit yang melebihi batasannya agar secara makro ekonomi kita tidak divonis sebagai tidak sehat, apalagi sakit. Hati-hati pula dalam menutup defisit,” tuturnya.

Dia menambahkan, jalan mudah dan pintas dengan cara menambah utang baru bukanlah solusi yang baik. Apalagi, lanjutnya, dalam waktu kurang dari dua tahun terakhir, rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio) meningkat relatif tajam. “Menghitung penerimaan negara dengan memasukkan perolehan dari pengampunan pajak juga sebuah asumsi yang rapuh,” imbuhnya.

“Pemotongan anggaran, sepanjang jumlahnya tepat dan bukan pada sektor yang akan membawa dampak negatif pada kehidupan rakyat adalah sebuah alternatif yang bisa dilakukan,” paparnya.

Dia mengatakan, dalam situasi ekonomi yang lemah dan APBN tertekan, pemerintah harus bijak dan tepat dalam mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur dan mengurangi kemiskinan. “Infrastruktur amat penting, itulah sebabnya pemerintahan yang saya pimpin juga melakukan peningkatan jumlah infrastruktur di seluruh Tanah Air,” katanya.

“Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang berkenan melanjutkan proyek-proyek infrastruktur dan bahkan sebagian telah diresmikan satu setengah tahun terakhir ini,” tuturnya.

Mngingat situasi fiskal dan APBN yang tidak baik saat ini, partainya berharap pemerintah lebih terbuka. “Lebih transparan dan lebih menjelaskan lagi kepada rakyat Indonesia tentang keadaan yang sesungguhnya,” ujar SBY yang juga Presiden keenam.

“Fraksi Partai Demokrat di DPR sangat siap untuk bersama-sama pemerintah mencari solusi atas APBN yang mengalami tekanan serius ini. Partai Demokrat tidak ingin Indonesia mengalami gagal fiskal,” tandasnya.


Carlos KY Paath/PCN

Suara Pembaruan



Source link