Ilustrasi. (GATRA/Agriana Ali/AK9)

Jakarta, Gatra.com – Masyarakat Indonesia dinilai masih banyak yang belum melek investasi, khususnya investasi di pasar modal. Menabung di bank masih menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat Indonesia.

 

Padahal menurut praktisi dan inspirator investasi, Ryan Filbert, investasi di pasar modal akan sangat berguna di saat manusia menginjak usia tua. Memang, kata dia, perlu waktu dan cara yang tepat untuk menumbuhkan minat investasi di pasar modal.

 

“Perlu sedikit waktu lagi untuk menggenjot pemahaman tersebut. Menabung di bank hanya menyimpan aset semata, tapi bukan untuj meraup keuntungan yang signifikan. Kita harus menjelaskan bahwa dengan menabung di bank tidak lebih untung, daripada membeli saham perusahaan,” kata Ryan dalam pembukaan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (21/11).

 

Ryan menambahkan, selain masih kental budaya menabung di bank, masyarakat Indonesia punya pemikiran dalam berinvestasi hanya yang pasti-pasti saja, atau takut untuk rugi. “Padahal, dalam investasi itu tidak ada kepastian terhadap raihan keuntungan,” jelasnya.

 

Penulis buku Yuk Belajar Nabung Saham ini, menjelaskan, investasi lebih melakukan hal (menanam uang) untuk bisa bertumbuh dan memang menjadi perhatian dan harus ditingkatkan terus menerus.

 

Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono pernah mengatakan, investasi di pasar modal bukan lah hal yang sulit, bahkan tidak memerlukan modal yang besar.

 

“Hanya dengan dana ratusan ribu rupiah saja, seseorang bisa berinvestasi di pasar modal,” kata dia beberapa waktu lalu.

 

Selain bisa dengan modal yang kecil, lanjut Ninok, persyaratan untuk menjadi investor juga tak susah. Akan tetapi memang tak semua orang mengetahui kemudahan-kemudahan tersebut.

 

“Perlu adanya sosialisasi serta pelatihan terkait dengan pasar modal. Tentu saja memulainya dengan dasar optimisme,” tuturnya.


 

 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid



Source link