Pasar tradisional

Pasar tradisional

Jakarta – Sebanyak 25 pasar tradisional dan sarana usaha pemasaran di daerah perbatasan akan direvitalisasi menggunakan anggaran Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun ini. “Kami memprogramkan pembangunan dan revitalisasi sarana usaha pemasaran di daerah perbatasan untuk 25 titik terluar yang menjadi perbatasan wilayah NKRI,” kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldi Halim, di Jakarta, Senin.

Pihaknya sendiri masih menyeleksi usulan dari daerah-daerah yang paling potensial untuk penerapan program itu. Menurut dia, revitalisasi sarana usaha di kawasan perbatasan sangat potensial untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi dan perdagangan kawasan perbatasan.

“Selain itu untuk daerah perbatasan yang tertinggal juga bisa secara terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya. Program itu sekaligus diharapkan mampu membangkitkan semangat nasional dan menjamin pertahanan keamanan nasional.

Neddy berpendapat, pasar tradisional adalah pertahanan terakhir ekonomi mikro, kecil, dan menengah yang menguasai hajat hidup masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia. “Oleh karena itu, eksistensi pasar tradisional adalah sebuah bagian dari struktur sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia yang harus dipertahankan,” katanya.

Program revitalisasi pasar tradisional, kata Neddy, merupakan suatu upaya yang dilakukan kementeriannya dalam menjaga eksistensi pasar tradisional sebagai sarana bagi KUMKM untuk melakukan transaksi, terlebih bagi upaya mendorong percepatan pergerakan ekonomi wilayah perbatasan. |Ant|