Peluang Pasar SahamDirektur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu kekuatan yang mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, mendorong perkembangan pasar saham domestik.

Ito menjelaskan Indonesia merupakan negara yang memiliki PDB di atas 1,45% dari total PDB dunia yang sebesar US$78.969 triliun. Indonesia berada pada urutan 15 dari 19 negara yang memiliki nilai PDB di atas 1% dari total PDB dunia. Potensi pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut seiring tingkat konsumsi masyarakat yang semakin kuat. Selain itu, Indonesia diuntungkan karena berada di kawasan Asia yang diprediksi akan menjadi pusat kekuatan ekonomi baru.

“Sudah terjadi perubahan peta kekuatan ekonomi dunia, dari sebelumnya terkonsentrasi di Amerika dan Eropa sekarang mulai berpindah ke Asia,” katanya dalam seminar Economic Outlook 2013: Menjaga Pertumbuhan Pasar Modal dan Sektor Riil di Tengah Krisis Global di Jakarta, Rabu (19/12).

Selain itu, menurut Ito, Indonesia juga diuntungkan dengan komposisi demografi yang memperlihatkan rata-rata usia penduduk 28,2 tahun. Artinya Indonesia mempunyai populasi penduduk dengan usia produktif yang sangat tinggi. Potensi pertumbuhan pasar saham domestik tersebut tampak dari penetrasi pasar modal ke masyarakat yang masih rendah dibandingkan negara lainnya. Rasio nilai kapitalisasi pasar dibandingkan jumlah PDB Indonesia, hingga 2011 tercatat hanya sebesar 49%. Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 182%, Malaysia 155%, Filipina 88% dan Thailand 77%.

Selain itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir pertumbuhan pasar saham domestik tercatat relatif tinggi. Pertumbuhan rata-rata yang disetahunkan(compound annual growth rate/CAGR) pasar saham Indonesia mecapai 21,9%, jauh di atas bursa-bursa saham negara lainnya. “Jadi kalau ada analis yang mengatakan valuasi kita sudah premium, itu memang benar. Itu karena pertumbuhan EPS (earning per share/laba per saham) dan ROE (return on equity/imbal hasil ekuitas) yang tinggi, jadi wajar kalau saham kita divaluasi premium dibandingkan pasar saham negara Asia lainnya,” ungkapnya.

Ito menambahkan BEI sebagai otoritas pasar saham domestik berusaha untuk terus menjaga permintaan dan penawaran (supply and demand). Dari sisi suply, Bursa Efek Indonesia akan terus berusaha mengajak perusahaan perusahaan domestik untuk mencatatkan saham di bursa Efek Indonesia.

Dari sisi permintaan, lanjut Ito, bursa akan terus berusaha meningkatkan jumlah investor dengan melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan jumlah investor domestik. Selain itu, bursa aktif melakukan roadshow ke luar negeri untuk menarik investor asing berinvestasi di pasar saham Indonesia. |mediaindonesia.com|