[ad_1]

Bisnis.com, JAKARTA – Bank-bank kecil dinilai masih sulit untuk mengakses dana dari pasar modal, terutama dalam hal menerbitkan surat utang.

Ekonom Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan bank-bank kecil cenderung akan selalu kalah dengan bank-bank besar saat menghimpun dana dari pasar modal, karena pada umumnya investor pasar modal menilai tingkat risiko investasi di bank kecil lebih tinggi.

Risiko tinggi itu kemudian tercermin dalam tingkat imbal hasil yang juga lebih tinggi sehingga bank terpaksa menanggung biaya dana (cost of fund) tinggi.

“Menjual surat utang di pasar modal memang tidak mudah bagi bank kecil, kecuali mereka berkongsi dengan bank besar atau melakukan merger,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (18/2/2017).

Menurut Kuncoro, hingga saat ini para investor di pasar modal masih sangat mempertimbangkan kredibilitas perusahaan atau bank penerbit pasar modal, walaupun pada umumnya tingkat kupon yang diberikan relatif lebih rendah.

Mengutip data Data Statistik Pasar Modal yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang tahun 2016 jumlah dana yang dihimpun perbankan dari pasar modal melalui penerbitan obligasi adalah senilai Rp40,75 triliun.

[ad_2]

Source link