JAKARTA – Kementerian BUMN mendukung program pemerintah Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM) dengan memerintahkan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) pada seluruh roda empat dan lebih di 140 perusahaan milik negara khususnya di wilayah DKI Jakarta.

“Dengan pemasangan RFID pada kendaraan dinas, maka korps BUMN telah mengambil peran sebagai role model dan pendorong perubahan bagi masyarakat dalam mensukseskan program pemerintah di bidang ketahanan energi,” kata Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Strategis, Dwijanti Tjahjaningsih.

Menurut Dwijanti di sela “Sosialisasi Pemasangan RFID Gratis” di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, SMPBBM akan berperan penting dalam hal akuntabilitas penyaluran subsidi BBM langsung kepada masyarakat, di mana data dengan akuntabilitas tinggi dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan subsidi energi.

Pemasangan RFID merupakan bagian dari program SMPBBM mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No 1 Tahun 2013 dan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2013.

Sasaran program ini pemasangan RFID pada 100 juta kendaraan terdiri atas 11 juta mobil penumpang, 80 juta motor, 3 juta bus, dan 6 juta truk di seluruh Indonesia.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, pemasangan RFID ditargetkan mencapai 15 juta unit kendaraan. Pemasangan RFID di Jakarta sudah dimulai pada awal Desember 2013, dan ditargetkan terpasang sebanyak 4,5 juta unit sampai dengan akhir 2013.

Pada acara sosialisasi SMPBB di Kementerian BUMN tersebut, PT INTI sebagai pemegang kontrak RFID, memasang alat tersebut pada mobil dinas dan kendaraan pribadi Deputi-Deputi Kementerian BUMN, termasuk mobil pribadi Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sementara itu, Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar mengatakan, pemasangan RFID di wilayah Jakarta berjalan lebih baik.

Pemahaman pemilik kendaraan roda empat dan lebih telah mengerti manfaat dan kemudahan proses pendaftaran program SMPBBM dan pemasangan RFID pada kendaraan.

“Pemasangan RFID ini akan dilakuhan bertahap pada seluruh propinsi, dan diharapkan rampung pada Juni 2014,” ujar Iskandar.

Minimalisir antrian

Sementara itu, Dirut PT INTI Tikno Sutisna mengatakan, untuk mempercepat pemasangan RFID, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pihak selain BUMN juga instansi lainnya termasuk dengan kelompok masyarakat.

“Kami juga butuh kerja sama dengan BUMN yang mempunyai lahan yang luas memuat 100-150 kendaraan memasang RFID supaya di SPBU tidak antri dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Tikno.

Menurutnya, penambahan titik-titik pemasangan RFID agar target jumlah pemasangan bisa dicapai, seperi di pusat perbelanjaan, gedung-gedung perkantoran, termasuk perumahan-perumahan.

Meski begitu, Tikno pun menghimbau masyarakat untuk menghindari antrian dan mempersingkat waktu sebelum melakukan pemasangan RFID pada SPBU Pertamina tertentu di dekat tempat tinggal/kerja pemilik kendaraan.

Untuk pendaftaran kolektif, dapat dilakukan komunitas atau warga komplek perumahan/apartemen dengan minimal 150-200 kendaraan yang siap daftar dan pasang dengan menghubungi calling center Pertamina di (021) 500-000 atau mendaftar secara online di www.smpbbm.com.

“Nantinya petugas pendaftaran SMPBBM dan pemasangan RFID dari PT INTI akan menghubungi dan mendatangi lokasi yang dimaksud,” ucapnya.

“Bisa di mall atau digedung-gedung, biar tersebar luas, tapi kita masih izin dengan pengelola gedung,” pungkasnya.

Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : Antara