[ad_1]

outlook pasar modal di Jatim

Kepala PIGP BEI Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni saat memberikan penjelasan kepada peserta workshop di Hotel Aria Centre, Selasa (12/12/2017). FOTO: BISNISKINI/POUNDRA

SURABAYA-BISNISKINI: Memasuki musim politik pada tahun 2018, Kepala Pusat Infofmasi Go Publik (PIGP) Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni memprediksi outlook pasar modal di Jatim pada tahun depan masih menawan bagi para investor. Hal ini ia sampaikan dalam Workshop Pasar Modal dan Media Gathering 2017.

“Meskipun tahun depan merupakan tahun pilkada, tapi kami meyakini hal tersebut tak memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap iklim investasi di Jatim, khususnya di pasar modal,” tuturnya saat diwawancarai Bisniskini.com, Selasa (12/12/2017).

Meskipun tidak terlalu signifikan, lanjutnya, setiap tahun rata-rata selalu ada perusahaan baru yang mencatatkan untuk go publik di Bursa Efek Indonesia.

“Sampai saat ini, tercatat per Oktober 2017 terdapat 33 perusahaan emiten yang terdaftar di BEI,” lanjutnya.

Khusus di Jatim, masih kata Ana, Sub Rekening Efek (SRE) yang merupakan rekening efek yang digunakan untuk menyimpan portofolio saham atas nasabah yang dicatatkan pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukan peningkatan secara tajam dan konsisten semenjak tahuk 2014.

“Pada tiga tahun lalu SRE di pasar modal Jatim tercatat sebesar 56.069 dan tumbuh menjadi 93.553 pada tahun 2017 ini,” ungkapnya.

Capaian tersebut, tambahnya, membuat ia berharap adanya peningkatan sebesar 20 persen pada Sistem Informasi Debitur (SID) aktif pada tahun depan.

“Saat ini total SID aktif di pasar modal Jatim yang kami catat sebesar 130.638, dengan sebaran dominasi di Kota Surabaya sebanyak 32.632, dan Malang 8.395,” tutupnya.(POUNDRA/ZAL)

[ad_2]

Source link