KEAMANAN TERJAMIN, RI JADI TARGET INVESTASI (3)

Pilkada Tak Signifikan Pengaruhi Pasar Modal
Oleh Devia Kania dan Totok Hari Subagyo | Selasa, 21 November 2017 | 12:37

Analis Koneksi Kapital Alfred Nainggolan. Foto: twitterAnalis Koneksi Kapital Alfred Nainggolan. Foto: twitter


Dihubungi
terpisah, Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan
menyatakan, hingga saat ini tidak ada rekam jejak bahwa Pilkada
berpengaruh signifikan terhadap kondisi di pasar modal. Sebab,
menilik historis, biasanya penyelenggaraan Pilkada selalu berjalan
dengan baik. Selama proses kampanye maupun saat pemilihan hampir
tidak ada permasalahan yang muncul.


“Oleh
sebab itu, saya menilai, jangan jadikan Pilkada serentak di 171
daerah pada 2018 menjadi momok dan khawatir berinvestasi,” tegas
Alfred kepada Investor
Daily,
kemarin.


Lebih
lanjut ia menuturkan, kampanye yang dilakukan oleh Parpol justru
dapat mendukung kenaikan produk domestik bruto (PDB) pada 2018. Walau
memang secara persentase tidak akan terlalu besar, karena periode
kampanye yang berlangsung tidak lama.


“Cuma
setidaknya mereka akan melakukan belanja kampanye, dan itu akan
membantu menggerakkan ekonomi. Nah, kalau meninjau soal waktu
kampanye dan pembayaran pajak yang berdekatan, saya menilai kita
tidak perlu khawatir soal dana di perbankan,” ujar dia.


Latar
belakang dari pandangan tersebut, jelas Alfred, karena dana yang
ditarik dari perbankan tentu akan mendukung perputaran ekonomi dan
akhirnya akan kembali ke perbankan. Sehingga, ia berkeyakinan pada
2018, soal Pilkada tidak akan menjadi sentimen negatif bagi emiten di
subsektor bank.


Ia
juga menilai, meski ada potensi kenaikan belanja kampanye oleh
Parpol, tapi hal tersebut tidak lantas memberikan dampak yang banyak
kepada emiten di bidang media. Sebab, di era modern, para partai
politik dapat berkampanye menggunakan media sosial.


Terkait
kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) ataupun pasar modal secara
keseluruhan pada 2018, Alfred menyatakan, selama tidak ada sentimen
yang mempengaruhi aktivitas ekonomi Indonesia, jelas kondisinya akan
berlangsung baik.


Ia
mencontohkan, krisis di suatu negara, hasil pemilihan presiden di
Amerika Serikat, atau keputusan Federal Reserve System (The Fed)
justru menjadi sentimen utama yang berpeluang mempengaruhi iklim
investasi di Indonesia.


“Seperti
saat Donald Trump terpilih, karena pasar khawatir akan ada kebijakan
yang berubah dan mempengaruhi keadaan ekonomi. Lalu mengenai krisis
di Venezuela, andaikan nanti ada pengaruh terhadap neraca perdagangan
kita, ya itu mungkin dapat jadi sentimen yang mempengaruhi pasar,”
jelas dia.


Kemudian,
pada 2018 The Fed juga berniat untuk kembali menaikkan suku bunga
acuan Fed
Fund Rate

(FFR). Namun Alfred menuturkan, yang menjadi perhatian pasar ke depan
adalah kapan dan berapa besar kenaikan yang diputuskan. (eld/jn)

Baca
selanjutnya di
http://id.beritasatu.com/national/seluruh-elemen-bangsa-diminta-hindari-gesekan/168161 

Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Source link