Jakarta – Laju IHSG Rabu (7/11/2012) diprediksi melanjutkan penguatan seiring semakin kuatnya posisi tawar saham. Terutama, setelah indeks kembali ke atas koridor 4.300. Seperti apa?

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia mengatakan, kekhawatiran pasar jika IHSG di bawah 4.300, akan memicu penurunan lebh lanjut telah ditepis. Sebab, indeks kembali ke atas koridor tersebut. Karena itu, posisi bargaining akan semakin kuat. Apalagi, indeks mendapat dukungan dari positifnya bursa global baik Eropa maupun AS.Meskipun, kata dia, pasar Asia masih ingin melihat kondisi global secara keseluruhan.

Menurutnya, Rabu (7/11/2012) ini, IHSG memiliki resistance di 4.350 dan support 4.293. “IHSG cenderung menguat seiring tren bullish yang masih terjadi. Artinya, potensi penguatan lebih besar dibandingkan potensi penurunan,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (6/11/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 11,326 poin (0,26%) ke angka 4.314,265 dengan intraday tertinggi 4.316.908 dan terendah 4.293,261. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 1,76 poin (0,24%) ke angka 742,648. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat 0,26% ke 4.314,26. Apa yang terjadi?

Dengan penguatan 11,32 poin kemarin, posisi IHSG sangat baik. Sejak awal perdagangan, IHSG memang punya kecenderungan penguatan. Lalu turun naik dengan lesu darah, dan diakhiri penguatan di sesi pertama. Penguatan didukung oleh saham-saham di sektor pertambangan dan sektor semen yang menghambat penurunan indeks.

Pada akhir perdagangan, indeks kembali ditutup positif seiring pembukaan bursa Eropa yang positif. Ada Optimisme dari para trader di Eropa sehingga melakukan bargaining pada beberapa saham. Akibatnya, rata-rata bursa Eropa menguat. Hal itu seiring segera berlangsungnya Pilpres AS yang diekspektasikan positif oleh pasar untuk perbaikan fiskal Eropa. Inilah yang memicu bargaining position pada bursa saham Eropa.

Lalu, apa yang sudah diperbuat oleh Presiden AS Barrack Obama juga dipandang positif oleh pelaku pasar. Apalagi, masalah fiskal di Eropa masih tersendat-sendat. Di dalam negeri, IHSG juga mengalami bargain hunting terutama pada saham-saham penggerak indeks. Dilihat secara keseluruhan, saham-saham pertambanganlah seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dan PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG) yang berhasil membawa indeks jadi positif 11,326 poin.

Lantas, bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (7/11/2012) ini?

Kekhawatiran pasar jika IHSG di bawah 4.300, akan memicu penurunan lebh lanjut telah ditepis dengan indeks kembali ke atas koridor tersebut. Karena itu, posisi bargaining akan semakin kuat. Apalagi, indeks mendapat dukungan dari positifnya bursa global baik Eropa maupun AS. Sementara itu, kemarin, pasar Asia Pasifik bergerak 50:50, 7 bursa turun dan 7 bursa naik. Artinya, pasar Asia masih ingin melihat kondisi global secara keseluruhan.

Level support dan resistance-nya?

Rabu (7/11/2012) ini, IHSG memiliki resistance di 4.350 dan support 4.293. IHSG cenderung menguat seiring tren bullish yang masih terjadi. Artinya, potensi penguatan lebih besar dibandingkan potensi penurunan.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif saham-saham penggerak indeks. Antara lain, PT Astra International (ASII). Kalau dilihat dari posisi teknikalnya, tinggal sedikit lagi untuk mencapai support Rp7.400 setelah menembus support pertama di Rp7.750. Setelah menyentuh level Rp7.550, di level Rp7.600 pun sebenarnya sudah layak diakumulasi dengan target resistance Rp8.200, sangat menarik.

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) cukup menarik dilihat dari chart-nya sehingga sudah layak untuk beraksi beli dengan support Rp9.250 dan resistance Rp9.750. Akumulasi di TLKM sangat menarik untuk jangka menengah panjang.

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dengan support Rp21.900 dan resistance Rp22.900. Saya melihat potensi penguatan ke Rp25.000 masih memungkinkan hingga akhir bulan November.

PT Semen Gresik (SMGR) kemarin mengalami sedikit kenaikan dengan support di Rp14.450 dan resistance Rp15.250 untuk jangka pendek. Potensi penguatan ke Rp16.000 masih terbuka sehingga layak akumulasi. Itulah, saham-saham yang bisa menjadi penggerak indeks Rabu (7/11/2012) ini sehingga layak akumulasi.

Bagaimana dengan saham-saham second liners?

Untuk saham-saham second liners, tinggal tunggu aksi korporasi dari pihak emiten untuk jadi barometer pembelian jangka pendek. Kenaikan saham-saham second liner bisa buntu jika penurunan terjadi bertubi-tubi. Karena itu, bermain di saham-saham second liners bersifat spekualtif untuk transaksi jangka pendek. |inilah.com|