Karyawan berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/10). – JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wika Gedung siap menorehkan pondasi di pasar modal dengan menawarkan saham perdana pada Novemver 2017.

Direktur Human Capital (HC) dan Pengembangan Investasi Wika Gedung Nur Al Fata mengungkapkan, perseroan telah mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengajuan rencana IPO tahap I di OJK telah selesai. Dia mengungkapkan, perseroan masih akan melanjutkan pengajuan izin tahap II ke OJK.

“Kami IPO menggunakan kinerja September 2017. Target pertengahan November 2017 sudah bisa IPO,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Dia mengungkapkan, saham yang akan dilepas ke publik akan sekitar 20%-30%. Al Fata masih enggan menyampaikan target dana yang diincar dalam proses pelepasan perdana saham ini.

Alasanya, karena ekuitas yang dimiliki oleh Wika Gedung masih sekitar Rp750 miliar. Bila rencana Wika Gedung melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) rampung pada November 2017, maka sekitar 60%-70% dana IPO akan digunakan untuk keperluan investasi dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Adapun order book Wika Gedung hingga saat ini sudah mencapai Rp10,9 triliun. Al Fata menuturkan, butuh sekitar Rp2 triliun untuk mencapai target Rp13,1 triliun hingga akhir tahun.



Source link