Direktur PT Capital Bridge Indonesia, NS Aji Martono,  berpendapat investor dapat melirik saham infrastruktur seperti PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Waskita Karya (WSKT).

Hal itu dikatakannya saat menilai lambannya gerak saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dalam jangka pendek, Senin (4/02/13). Aji menengarai lambannya gerak saham JSMR karena kurangnya diversivikasi bisnis. “Beda dengan WIKA yang punya WIKA beton untuk konstruksi dan WIKA Realty untuk properti juga punya WIKA Power untuk energy sehingga beberapa industri yang menyertai infrastruktur ditangani oleh WIKA,” papar Aji.

Lalu, untuk jangka pendek seiring musibah banjir yang terjadi, yang dapat order proyek juga memang bukan Jasa Marga. Dengan musibah banjir yang mengakibatkan mendesaknya pembenahan infrastruktur, kebanyakan yang mendapat proyek-proyek tersebut adalah PT Adhi Karya (ADHI), PT Total Bangun Persada (TOTL), PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Waskita Karya (WSKT).

Karena itu, Aji melihat, untuk jangka pendek gerak saham JSMR agak berat. Sebab, saat ini masih berada dalam kisaran antara Rp5.550-5.600.

Lebih jauh, Aji tidak melihat adanya kaitan lambannya saham JSMR dengan keraguan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta.

Sebab, kata Aji, jika enam ruas tol itu dilaksanakan, justru akan jadi insentif yang sangat positif bagi saham JSMR. JSMR akan jadi perhatian investor. “Ini juga bisa menjadikan JSMR mendapat bargaining poin dari pemodal untuk jadi pilihan investasi yang menarik,” imbuhnya. (inilah.com, 05 Februari 2013)

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1954390/jsmr-masih-imut-masuk-keranjang-investasi