Anda mempunyai rencana untuk membeli mobil pribadi? Kalau rasanya isi kantong sudah mencukupi untuk membayar uang muka, ada baiknya Anda melaksanakan keinginan itu sekarang.

Sekarang merupakan waktu yang baik untuk membeli mobil pribadi. Bukan cuma lantaran pemerintah masih gamang menerapkan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Anda juga bisa memanfaatkan era bunga rendah untuk membeli mobil secara kredit.

Kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI rate di level 5,75% membuat bunga kredit mobil yang ditawarkan di perusahaan pembiayaan (multifinance) bertahan di angka yang rendah. Bahkan, kini, multifinance berlomba-lomba menawarkan bunga yang lebih murah.

“Bunga kredit mobil mulai rendah sekitar akhir tahun lalu,” kata Endang Suryadi, pemilik Diva Mobil, diler mobil di Karawaci, Tangerang.

Tengok saja di PT Mandiri Tunas Finance. Harjanto Tjiotohardji, Direktur Mandiri Tunas Finance, menuturkan, kini, Mandiri mematok bunga 3,9% untuk kredit pembelian mobil baru bertenor satu tahun.

Bunga ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan sebelum penurunan BI rate, yakni sekitar 7% untuk mobil baru. Kisaran bunga bagi kredit pembelian mobil baru yang ditawarkan anak usaha Bank Mandiri ini adalah 3,9%–4,99% per tahun, tergantung dari tenornya. Pilihan tenor yang tersedia adalah satu tahun hingga empat tahun.

BCA Finance juga tak mau kalah. Perusahaan pembiayaan milik PT Bank Central Asia Tbk ini mematok bunga kredit pembelian mobil bertenor setahun sebesar 3,88%. “Bunga murah bisa jadi pertimbangan bagi nasabah,” kata Roni Haslim, Direktur Utama BCA Finance, beberapa waktu lalu.

Kisaran bunga kredit mobil yang berlaku di BCA Finance saat ini adalah antara 3,88%–4,99% setahun. Adapun pilihan jangka waktunya adalah satu tahun hingga empat tahun.

Hitung dengan cermat sebelum membeli

Di saat yang sama, perusahaan pembiayaan juga menurunkan bunga kredit mobil bekas. Di BCA Finance, saat ini, bunga kredit mobil seken bertenor setahun hingga tiga tahun sebesar 6,5% dan 7,5% untuk pinjaman bertenor empat tahun. Tahun lalu, rata-rata suku bunga kredit mobil seken masih sekitar 9%.

Suku bunga kredit mobil seken di Mandiri Tunas Finance juga tidak jauh berbeda. Perusahaan pembiayaan ini mematok suku bunga antara 6,49%–7,49% untuk pinjaman bertenor satu tahun sampai empat tahun. Tapi syaratnya, mobil bekas yang dibeli haruslah produksi tahun 2008 atau lebih muda.

Selain itu, Mandiri Tunas juga mematok harga kendaraan maksimal Rp 250 juta. Tapi, kalau harga kendaraan seken yang dibeli lebih dari Rp 250 juta dan diproduksi sebelum 2008, Mandiri Tunas Finance akan mengenakan bunga lebih besar, yakni sekitar 8%–10%.

Jika kita perhatikan, meskipun sama-sama turun, saat ini, bunga kredit mobil baru jauh lebih murah ketimbang mobil seken. Bahkan, selisih bunga kredit mobil anyar dan mobil bekas bisa separuhnya.

Menghadapi kondisi pasar bunga kredit yang seperti ini, para konsumen harus cermat berhitung jika ingin membeli mobil secara kredit. Jangan asal membeli mobil seken dengan alasan harga jualnya lebih murah. Sebab, bisa jadi, jika selisih harga mobil bekas dan mobil baru itu tak terpaut jauh, total ongkos pembelian mobil bekas, setelah memperhitungkan bunga kredit, lebih besar ketimbang pembelian mobil baru.

Skenario lain, total harga yang kita bayarkan untuk membeli mobil baru dan seken, ternyata, sama. Ini lazim terjadi jika jarak tahun pembuatan mobil tersebut berdekatan. Bisa jadi, membeli mobil baru keluaran 2012, lebih murah ketimbang mobil seken merek yang sama buatan tahun 2011.

Fenomena ini bisa terjadi karena bunga kredit mobil seken jauh lebih mahal ketimbang mobil baru. Alhasil, total nilai nominal bunga yang harus dibayarkan pembeli juga berlipat. Namun, hal yang sama tidak terjadi jika jarak tahun pembuatan mobil terlalu jauh. Maklum, selisih harga mobil berbeda umur itu akan kian jauh.

Eko Endarto, perencana keuangan dari Financia Consulting menilai, di tengah kondisi bunga pinjaman yang rendah seperti sekarang, lebih baik memang membeli mobil baru.

Selain si pembeli bisa mendapat keuntungan karena total biaya perolehan mobil lebih rendah, nilai ekonomis mobil baru juga lebih besar. Salah satu kelebihan dari mobil baru adalah garansi dari pabrik. “Mobil baru memberikan jaminan kualitas yang lebih bagus daripada mobil bekas yang telah dipakai,” sebutnya.

Selain itu, mobil bekas memiliki risiko kerusakan lebih besar ketimbang mobil baru. Artinya, biaya perawatan mobil bekas akan jauh lebih besar ketimbang mobil baru. Nah, jika kita hitung, total biaya kepemilikan mobil bekas itu bisa jadi sama atau tidak berbeda jauh dengan total biaya kepemilikan mobil baru.

Tapi, jangan lupa, membeli mobil baru juga tak boleh asal comot. Anda harus tetap mempertimbangkan kemampuan Anda mencicil. Para perencana keuangan menyarankan, besar cicilan per bulan tidak boleh lebih dari 30% pendapatan bulanan. Ini sudah termasuk cicilan utang lainnya, lo. Misalnya cicilan KPR.

Anda juga harus memiliki dana yang cukup untuk pembayaran uang muka dan biaya lain yang harus dibayar di depan. Kebutuhan dana yang harus tersedia di depan ini akan semakin besar karena mulai 15 Juni 2012, nilai minimal uang muka kredit mobil akan naik menjadi 30%. |kontan.co.id|