[ad_1]



JAKARTA – Mayoritas korban selasar roboh di lantai I Tower II Gedung Bursa Efek  Indonesia (BEI) adalah mahasiswa yang sedang melakukan studi banding di pasar modal. Mereka adalah mahasiswa dari Universitas Bina Darma Palembang. Nahas, niat mengemban ilmu di pasar modal tidak berjalan lancar.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, menegaskan sebagai tuan rumah maka pihak BEI akan bertanggung jawab.

“Karena mereka tamu bursa, kita tanggung jawab sekarang setiap rumah sakit ditungguin sama 2 orang. Masih ada sekitar 50 orangan (korban) masih ada yang diperiksa dioperasi. Kita akan tanggung jawab tapi gedung juga akan tanggung jawab,” ujarnya di Gedung BEI, Senin (15/1/2018).

 Baca juga: Atap Gedung BEI Roboh Diduga Tak Mampu Tahan Puluhan Mahasiswa yang Tengah Kunjungan

Tito memastikan, semua aktivitas perdagangan bursa berjalan dengan normal. Bahkan, agenda pencatatan saham perdana PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) tetap berjalan sesuai jadwal.

“Agenda IPO tetap jalan, karena engine kita di sini aman, enggak ada problem kita sudah cek semua. Kita pastikan itu selasar di atas aman. Hari ini diperiksa,” jelas dia.

 Baca juga: Pengelola Gedung BEI Tanggung Biaya Pengobatan Korban Selasar Roboh

Akan tetapi, aktivitas kunjungan mahasiswa ke bursa terpaksa dihentikan untuk sementara waktu. Hal ini terkait dengan keamanan para pengunjung sembari menunggu hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

“Kunjungan kita stop, karena kan enggak bisa masuk,” jelas dia

Baca juga: OJK Koordinasi dengan BEI: Perdagangan Saham Tetap Normal

Sekadar informasi, selasar di lantai I Tower II Gedung BEI roboh pada siang tadi sekira 11.55 WIB. Akibat kejadian itu sebanyak 72 orang terluka, namun tidak ada korban jiwa.

(dni)

[ad_2]

Source link