JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait dugaan suap hingga Rp200 miliar kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Dana tersebut diduga terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bali.

“Memang telah terjadi suap untuk Pilkada Bali. Kenapa Pak Akil begitu berani? Karena memang ada sebuah kekuatan yang berikan perlindungan terhadap Akil. Angka yang saya sebut Rp80 miliar, kami terima info ada yang berikan Rp200 miliar,” jelas Hasto saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2014).‎

Hasto menjelaskan, pesan tersebut yakni bukan pada angkanya. Namun, pesan politiknya adalah negara tidak boleh kalah oleh sebuah mafia pemilu.

Dia pun mengaku siap menerangkan semua informasi mengenai dugaan penerimaan suap Akil saat mengurus sengketa Pilkada Bali di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami ada orang yang siap berikan kesaksian terhadap proses suap. Saya pribadi siap jadi saksi di KPK,” tegasnya.‎

Dia menambahkan, saat ini kunci berada di Akil. Apakah ingin bertahan menjadi penjahat demokrasi atau akan berani membuka yang sebenarnya terjadi di Pilkada Bali.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli dan Cinta Bali menyerahkan laporan dugaan suap yang dilakukan Akil. Dugaan suap ini terkait perkara perselisihan hasil penghitungan suara gubernur dan wakil gubernur Provinsi Bali di MK tahun 2013. (put)