Pasar obligasi respons data ekonomi China.

Bisnis.com, JAKARTA- Indomitra Securities mengemukakan pasar obligasi memonitor sejumlah berita dari dalam dan negeri.

Maximilianus Nico Demus. L, Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities, dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (9/6/2016), mengatakan berita yang disorot tersebut adalah:

Berita obligasi global

  • US MBA Mortgage Applications naik dari sebelumnya -4,1% menadi 9,3%. (Bloomberg)
  • China trade balance naik dari sebelumnya US$$45,56 miliar menjadi US$$49,98 miliar. (Bloomberg)
  • China exports YoY turun dari sebelumnya -1,8% menjadi -4,1%. (Bloomberg)
  • China imports YoY naik dari sebelumnya -10,9% menjadi -0,4%. (Bloomberg)
  • Japan machine orders MoM turun dari sebelumnya 5,5 menjadi -11,0%. YoY turun dari sebelumnya 3,2% menjadi -8.2%. (Bloomberg)
  • Japan Foreign Buying Japan Bonds naik dari sebelumnya ¥68.0b menjadi 611,0 miliar yen. (Bloomberg)
  • Japan Money Stock M2 YoY naik dari sebelumnya 3.3% menjadi 3.4%. (Bloomberg)

Berita obligasi domestik

  • Indonesia Consumer Confidence Index naik dari sebelumnya 109 menjadi 112,1. (Bloomberg)
  • Surat Utang Denominasi Euro mencatat total permintaan sebesar 8.36 miliar euro. Pemerintah menerbitkan senilai 3 miliar euro. Seri pertama EUR23 dengan tenor 7 tahun senilai 1.5 juta euro, kupon 2,62%. Seri kedua EUR28 dengan tenor 12 tahun senilai 1,5 juta, kupon 3,75% (Kontan)
  • PT Surya Artha Nusantara Finance berencana meluncurkan obligasi senilai Rp1.65 triliun. Seri A senilai Rp560 m kupon 8,25% dengan jatuh tempo 370 hari. Seri B senilai Rp Rp1.09 triliun kupon 9% dengan tenor 3 tahun. (Kontan)
  • PT BCA Finance menjajakan obligasi senilai Rp1,25 triliun. Seri A senilai Rp1 triliun kupon 7,45%, jatuh tempo 370 hari. Seri B senilai Rp250 juta kupon 8,15% jatuh tempo 3 tahun. (Kontan)

 

[ad_2]

Source link