JAKARTA – Direktur Program Universitas MH Thamrin Suyono Salamun mengatakan, pasar modal Indonesia masih membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah yang besar lima tahun ke depan.

”Kebutuhan SDM di pasar modal besar, 25 ribu SDM lagi yang masih dibutuhkan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, lanjutnya, sumber daya manusia yang ada di pasar modal Indonesia sebanyak 538 ribu. Kondisi tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Kebutuhan SDM di pasar modal akan terus meningkat, seiring mulai meleknya sebagian masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Investasi saham sendiri, kata Suyono, berbeda dengan menabung di bank dan secara keuntungan pembeli saham lebih besar daripada menaruh uang di bank.

Salah satu ciri negara berkembang, kata dia, adalah kekurangan uang untuk melakukan pembangunan memerlukan pinjaman sehingga surat berharga dijual di pasar modal hingga sebesar Rp1.800 triliun.”Ke depan daripada pinjam bisa memanfaatkan pasar modal yang berkembang baik untuk mendapat pinjaman,” kata Suyono.

Secara perekonomian, pasar modal berdampak luar biasa dibandingkan dana pinjaman. Dengan meningkatkan investasi, GDP juga akan meningkat sehingga pengangguran berkurang. Pengangguran yang berkurang akan menekan inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah.



Source link