Jakarta – Meski perlahan, saham CNKO sudah memperlihatkan pergerakan. Jika tembus resistance Rp290, target berikutnya Rp335 dan Rp400 di akhir tahun. Saatnya akumulasi beli.

Pada perdagangan Senin (16/9/2013) saham PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) ditutup stagnan di Rp270. Intraday tertinggi Rp280 dan terendah Rp265. Volume transaksi mencapai 14,56 juta unit saham senilai Rp4,01 miliar.

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia mengatakan, secara teknikal, saham CNKO tampak sudah mulai memperlihatkan pergerakan. “Ini seiring dengan pergerakan keseluruhan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI),” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Dia menjelaskan, setelah mencapai level terendah di Rp200 pada 28 Agustus 2013, akhirnya saham CNKO pulih dan sekarang di kisaran Rp280-an. Sementara itu, level Rp290 merupakan resistance benchmark. “Jika Rp290 tersentuh kembali, sangat mungkin bargaining position menguat untuk CNKO sehingga jadi perburuan,” ujarnya.

Sebab, dia menegaskan, secara teknikal, saham ini memperlihatkan penguatan dalam kisaran support Rp255 hingga Rp290. “Peluang akumulasi saham CNKO hingga titik resistance Rp290 mungkin tercapai dan peluangnya lebih besar,” tuturnya.

Memang, Aji mengakui, pada perdagangan Senin saham ini bergerak lambat dan ditutup stagnan. “Tapi, dengan kekuatan pasar saat ini, orang akan memilah saham mana saja yang sudah mengalami penurunan dari sisisi teknikal cukup dalam. Salah satunya adalah saham CNKO,” kata Aji tegas.

Dia menggarisbawahi, jika resistance Rp290 tercapai, perburuan atau bargaining pada saham ini semakin kuat. Resistance CNKO selanjutnya di Rp335. “Apalagi, jika melihat CNKO yang pernah bergerak di atas level Rp400-an, di akhir 2013, saham ini sangat mungkin kembali mencapai titik tertingginya di Rp450-an,” ucapnya.

Hanya saja, untuk sementara ini, posisi Rp335 sebagai resistance kedua dari pergerakan saham ini yang masih ada kemungkinan akan dituju kembali dalam rentang 1-2 pekan ke depan. “Syaratnya, pasar masih melakukan bargaining position terutama investor asing yang masih dalam posisi beli yang cukup berlebih,” tuturnya. Pada gilirannya, kata dia, saham CNKO mendapat sentimen positif untuk bergerak hingga Rp335.

Namun demikian, kata dia, secara teknikal, investor akan menunggu apakah level Rp290 bisa terpecahkan atau tidak. Jika tidak, saham ini masih akan bergerak dalam rentang Rp255 hingga Rp290. “Tapi, sekarang saya melihat adanya akumulasi saham CNKO sehingga cukup kuat untuk cenderung menguat,” timpal dia.

Jika melihat posisi teknikalnya, CNKO sudah menciptakan Cup sehingga kalaupun terjadi pelemahan tipis, akan menjadi indikator untuk penguatan lebih lanjut. “Jika Rp290 ditembus, CNKO akan mudah meninggalkan level Rp300-nya ke atas,’ ungkap Aji.

Di atas semua itu, Aji merekomendasikan akumulasi beli bertahap untuk saham CNKO dan strong buy bila saham ini jadi perburuan pasar di level Rp290 untuk jangka pendek. Pasar bisa mendapatkan peluang capital gain dalam jangka pendek.

“Tapi, saham ini cocok juga disimpan untuk jangka menengah (1-3 bulan) karena cukup menarik dan berusaha bergerak ke Rp335. Target saya akhir tahun Rp400,” ujarnya.

Apalagi, secara fundamental, meski fokus pada bisnis batu bara, emiten juga punya pembangkit listrik sehingga produksi batu baranya digunakan untuk keperluan produksi listriknya sendiri. CNKO juga membangun pembangkit listriknya di beberapa kota yang membutuhkannya.

“Inilah juga yang menjadikan mengapa saham CNKO masih cukup menarik dan menjanjikan untuk ke depannya,” imbuh Aji.