INILAHCOM, Jakarta – Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (6/3/2014) ditutup menguat 115 poin (0,99%) ke posisi 11.465/11.480 dari posisi kemarin 11.580/11.590.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah Kamis ini sebagai respons atas data ekonomi AS yang secara mengejutkan dirilis negatif kemarin. ADP Employment dirilis negatif di luar perkiraan ke bawah estimasi menjadi 139 ribu.

Kondisi itu diperparah oleh data bulan sebelumnya yang justru direvisi turun lebih rendah menjadi 127 ribu. “Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya 11.460 setelah mencapai level terlemahnya 11.580 per dolar AS,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (6/3/2013).

Pada saat yang sama, lanjut dia, laporan ISM Non-Manufacturing Index juga jatuh di bawah perkiraan. “Angkanya dirilis 51,6 dari sebelumnya 54,” ujarnya.

Menurut Christian, kedua data tersebut menunjukkan adanya proyeksi negatif data tenaga kerja Non-Farm Payrolls yang akan dirilis Jumat (7/3/2014). “Kemungkinan angkanya akan dirilis cukup rendah ke level 120 ribu dari proyeksi sebelumnya 151 ribu,” timpal dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, perlambatan data tenaga kerja AS justru memicu harapan terhadap perpanjangan stimulus atau laju tapering The Fed itu akan berjalan lebih lambat. “Kondisi ini justru berdampak positif juga untuk bursa saham dan berdampak negatif untuk dolar AS,” ucapnya.

Alhasil, rupiah menguat meski dolar AS juga menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa).

Indeks dolar AS menguat ke 80,14 dari sebelumnya 80,12. “Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke level US$ 1,3729 sebelumnya US$ 1,3731 per euro,” imbuh Christian. [jin]


Inilah.com – Pasarmodal