[ad_1]



JAKARTABursa Efek Indonesia (BEI) mencatat prestasi dan rekor di tahun 2017. Jumlah dana yang berhasil dihimpun mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah, yakni lebih dari Rp802 triliun.

Dana tersebut berasal dari initial public offering (IPO), penerbitan penambahan saham baru (rights issue), konversi waran, sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pemerintah, BUMN maupun swasta.

“Tahun 2017 merupakan tahun yang mencerminkan keceriaan, kebahagiaan dan kebanggaan dari para pelaku pasar modal,” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio di Gedung BEI, Jumat (29/12/2017).

Baca Juga: Ketua OJK: IHSG Bisa Tumbuh 25% Tahun Depan

Tito juga mencatat, jumlah investor meningkat 44% dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor, serta diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik yang mencapai Rp340 triliun di sepanjang tahun ini.

Selain itu sepanjang tahun 2017 ada 37 Perusahaan Tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham IPO di BEI yang merupakan tertinggi di BEI dalam 23 tahun terakhir, serta yang terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tito menampik bahwa investor asing mencabut investasinya di pasr modal.

“Investor asing juga masih menetapkan investasinya di Indonesia, yang mana investor asing hanya merealisasikan 15% dari total kenaikan investasinya sebesar Rp261 triliun,” terang Tito.

Pencapaian di tahun 2017 juga diikuti oleh peningkatan literasi pasar modal yang berdasarkan survei AC Nielsen, meningkat dari 4,3% di 2016, menjadi 15% di 2017.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor, Gubernur BI: Indikator Lainnya Juga Membaik

Aktivitas perdagangan di BEI juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan frekuensi perdagangan yang tumbuh hampir 20% dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih likuid di antara bursa-bursa lainnya di kawasan regional Asia.

Seremonial Penutupan Perdagangan Saham tahun 2017 di BEI oleh Presiden RI Joko Widodo. Turut hadir, dalam seremonial ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasutio, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, dan jajaran Dewan Komisioner serta pejabat OJK, Direksi BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia.

(kmj)

[ad_2]

Source link