Pada awal bulan uang gaji masih tebal. Namun kadang kala belum sampai akhir bulan, isi dompet sudah menipis dan Anda pun tak punya sisa uang untuk ditabung.

Sun Life Financial Indonesia memberikan tiga tips dalam menyelamatkan keuangan bulanan. Ada tiga kebiasaan penting yang sering luput dari pengelolaan uang bulanan, yaitu planning, priority, dan back up plan.

1. Planning
Sebaiknya, buatlah rencana pengeluaran sebelum menerima gaji. Sehingga ketika gaji sudah di tangan, Anda langsung dapat menjalankan rencana yang sudah disusun.

Agar lebih mudah, mulai dengan mencatat kembali pengeluaran selama tiga bulan ke belakang untuk mengetahui pos-pos yang harus dihemat atau dihilangkan sama sekali.

Misalnya, setelah review tiga bulan ke belakang, ternyata lebih banyak mengeluarkan uang untuk entertainment, seperti nonton film dan mencicipi makanan di restoran mahal. Mulai bulan depan Anda bisa menurunkan pos entertainment tersebut agar lebih hemat dan terkendali.

Intinya, dalam melakukan pengeluaran, bersikaplah realistis. Jangan sampai Anda mengurangi pos yang tidak seharusnya. Sebagai contoh agar lebih hemat Anda mengurangi budget tagihan internet. Padahal pekerjaan menuntut Anda untuk selalu terkoneksi dengan internet.

Sebaiknya Anda juga memiliki sebuah jurnal untuk mencatat pengeluaran Anda dalam satu bulan. Catat semua barang dan jasa yang dibeli secara detail, sertakan nominal pembelian, waktu pembelian dan tempat Anda membelinya. Bandingkan rencana keuangan Anda dengan pengeluaran nyata. Apakah sudah sama nominalnya, atau malah berlebih?

2. Priority
Apa prioritas keuangan Anda setiap bulan? Membayar semua tagihan yang dibutuhkan. Misalnya, biaya transportasi, belanja bulanan, listrik, air atau membayar cicilan rumah.

Pengeluaran rutin yang masuk dalam prioritas utama bisa disebut sebagai kebutuhan jangka pendek atau kebutuhan premier. Sedangkan, pengeluaran yang sifatnya sekunder dan tersier, misalnya berlibur setiap akhir pekan, membeli barang-barang bermerek, dan membeli gadget.

Dalam membuat prioritas, urutkan pengeluaran rutin bulanan dalam prioritas utama. Pengeluaran sekunder dan tersier yang harus dihemat. Jika sudah mengganggu kebutuhan primer, Anda bisa menghilangkannya dalam daftar perencanaan keuangan bulanan.

Agar tidak jalan di tempat dan pengelolaan keuangan Anda mengalami pergerakan yang positif, jangan selalu berpikir untuk kebutuhan jangka pendek. Tetapkan tujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Misalnya, menambah tabungan sebesar Rp 50 juta dalam satu tahun. Jangan lupa untuk mulai berinvestasi dan menyiapkan dana tak terduga jika sewaktu-waktu Anda sakit.

3. Back up plan
Back up plan bisa diartikan mempersiapkan dana cadangan yang sewaktu-waktu dalam keadaaan darurat bisa diambil. Pisahkan dana cadangan ini dari tabungan sehari-hari, atau tabungan yang bisa diambil sewaktu-waktu.

Dana cadangan memiliki umur yang sangat panjang, hingga sesuatu hal darurat terjadi. Seperti menabung, dana cadangan juga harus disiapkan dengan penuh komitmen. Misalnya, Anda telah menggunakan 50% dana cadangan untuk membayar biaya rawat inap anggota keluarga yang sakit, maka Anda harus mengembalikan saldo dana cadangan seperti semula.

Cara lain, dengan memiliki asuransi. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan hingga asuransi jiwa berjangka adalah produk-produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk dana cadangan Anda. (Kabar24/as)

Sumber : CiputraEntrepreneurship.com