PAMEKASAN – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berdialog dengan para petani jagung di Desa Montok, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis siang.

Presiden dialog dilaksanakan seusai panen yang dilaksanakan di tempat tersebut. Sejumlah menteri juga turut memanen jagung. Di antaranya Menteri Pertanian Suswono, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Dalam dialog tersebut, perwakilan petani jagung mengharapkan pembangunan infrastruktur terutama pengairan, pengurangan impor jagung dan stabilitas harga.

Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pemerintah selalu berupaya untuk memperbaiki infrastruktur pengairan. Begitu pula guna membuat harga jagung dapat stabil dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.

Presiden menambahkan, terkait impor jagung, hal ini karena mekanisme dalam perekonomian, bilamana kekurangan produksi maka untuk memenuhi kebutuhan rakyat diperlukan membeli barang dari luar negeri, impor. Namun sebaliknya, bila produksi berlebih, maka Indonesia dapat menjual barang ke luar negeri, ekspor.

“Di negara manapun, barang kita lebih kita jual, barang kita kurang kita beli, itu lazim,” ujarnya.

Karena itu, menurut Presiden, untuk mengurangi impor diperlukan peningkatan produksi dalam negeri. “Oleh karena itu, kalau kita semua bertekad mengurangi impor atau menghentikan impor mari kita tingkatkan produksi dalam negeri, saya seratus persen setuju,” kata Presiden.

Sementara itu, sebelumnya Presiden juga sempat berdialog dengan para petani garam di Desa Karanganyar, Sumenep. Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga sempat menanam pohon sawo kecik di halaman Kabupaten Sumenep.

Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : Antara