[ad_1]

Manado- PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan penandatanganan kerja sama (memorandum of understanding/MOU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara untuk proyek infrastruktur, dan properti di wilayah tersebut.

“Kami berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi untuk membangun perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara dengan cepat dan terpadu,”ujar Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/2).

Olly mengatakan, kerja sama meliputi pembangunan, dan investasi pada Pelabuhan Bitung serta pelabuhan-pelabuhan lainnya di Sulawesi Utara, daerah pantai dan kawasan-kawasan komersial di Manado, Bitung dan Likupang, termasuk investasi dan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 2 x1 00 megawatt (MW) di Bitung dan 2×200 MW di Likupang.

Dia mengatakan, kerja sama yang diharapkan dapat segera terealisasi adalah pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang. “Kami berharap WIKA dapat bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan BUMD Sulut,” kata Olly.

Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo mengatakan, dalam kerja sama tersebut WIKA dapat melakukan investasi di berbagai daerah di Sulawesi Utara. “Kami sangat siap untuk menyukseskan pembangunan di Sulawesi Utara sesuai MOU yang kami tanda-tangani hari ini.”, tutur Bintang.

Bintang juga menegaskan siap berinvestasi untuk pembangunan PLTG di Bitung dan Likupang. “Untuk pembangunan properti, realty, dan kawasan khusus ekonomi, baik KEK Industri dan Logistik di Bitung maupun KEK Pariwisata di Likupang, kami sangat siap,” kata dia.

Saat ini kami sudah memiliki berbagai proyek properti seperti Taman Sari Metropolitan Manado serta hotel dan apartemen Taman Sari Lagoon di Manado. “Untuk pembangunan infrastruktur kami juga turut berinvestasi di jalan tol Manado-Bitung dan sedang membangun bendungan Kuwil,” kata Bintang.

Saat ditanya kesiapan keuangan WIKA untuk merealisasikan berbagai kerjasama tersebut, Direktur Keuangan WIKA, Steve Kosasih, mengatakan bahwa saat ini WIKA memiliki kemampuan lebih dari cukup. “Kami baru saja selesai melakukan rights issue dan memperoleh suntikan modal sebesar Rp 6,15 triliun,” kata dia.

Dari hasil rights issue yang sebagian besar merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 4 triliun, serta dari leverage atas dana tersebut, akan diprioritaskan pada pembangunan maupun investasi di sektor infrastruktur, terutama yang merupakan program prioritas pemerintah.

Sepanjang Januari 2017 lalu WIKA telah meraih kontrak baru sebesar Rp 5,09 triliun atau naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut sudah hampir mencapai 12 persen dari total target kontrak baru WIKA di tahun 2017 sebanyak Rp 102 triliun. Kenaikan terbesar disumbang proyek pembangunan jalan tol Serang – Panimbang dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,568 triliun.

Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

BeritaSatu.com

[ad_2]

Source link