KUALA LUMPUR – Regulator pasar modal Malaysia pada Senin mengatakan bahwa pihaknya akan meliberalisasi peraturan negara tersebut untuk memungkinkan akses ritel yang lebih besar di pasar obligasi korporasi pada kuartal pertama tahun depan.

Ketua Komisi Sekuritas Malaysia Ranjit Ajit Singh mengatakan, liberalisasi melibatkan pengkajian terhadap proses penerbitan dan persyaratan pembukaan pasar primer, serta memperluas jangkauan obligasi korporasi dan sukuk (obligasi syariah) yang ditawarkan kepada investor ritel.

Pasar sekunder juga akan ditinjau untuk memungkinkan diperkenalkannya “Seasoning Framework” untuk memfasilitasi akses ritel ke obligasi korporasi dan sukuk yang saat ini diperdagangkan di pasar grosir, tambahnya.

Pasar obligasi dan sukuk Malaysia, yang telah mencapai 1,3 triliun ringgit (USD300 miliar) hari ini, merupakan pasar terbesar ketiga di Asia dibandingkan dengan produk domestik bruto. Ini juga merupakan pasar obligasi Islam terbesar di dunia.

Sementara itu, regulator sedang mengkaji peraturan dan pedoman yang relevan untuk memfasilitasi penggunaan aset-aset digital secara fungsional dan efektif di pasar modal Malaysia, termasuk perdagangan pasar sekunder dari aset-aset kriptocurrency dan digital yang telah mapan.

“Kami berharap untuk meluncurkan kerangka kerja dalam beberapa bulan ke depan. Kami saat ini bekerja sama dengan bank sentral Malaysia,” kata Ranjit.

(mrt)



Source link