DPP PROPAMI dan Bank Dunia Bahas Penguatan SDM Pasar Modal Indonesia

DPP PROPAMI dan Bank Dunia Bahas Penguatan SDM Pasar Modal Indonesia
Diskusi hangat DPP PROPAMI dan Bank Dunia membahas penguatan SDM pasar modal Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembentukan tenaga profesional yang kompeten dan siap bersaing secara global.

AJIMARTONO.COM – Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor keuangan menjadi agenda penting yang dibahas dalam diskusi antara Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (DPP PROPAMI) dengan Bank Dunia (The World Bank).

Diskusi yang berlangsung hangat ini digelar pada Jumat (20/06/2025) dan menjadi momentum strategis dalam mendorong kolaborasi internasional untuk membentuk SDM unggul di bidang pasar modal.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut, hadir jajaran pengurus DPP PROPAMI antara lain Ali Hanafiah (Sekretaris Jenderal), Titis Sosro (Kabid Pendidikan), Haryajid Ramelan (Bendahara Umum), Ari Supangat (Kabid Antar Lembaga), Arwani Pranadjaya (Kabid Pasar Modal Syariah), dan Boris Sirait (Wakil Sekretaris Jenderal).

Sementara itu, Bank Dunia diwakili oleh Neni Lestari, Santi Sugiarti, Chitrawati Buchori, serta sejumlah analis sektor keuangan yang turut memberikan pandangan global terkait pengembangan SDM di industri pasar modal.

Menyatukan Visi Global dan Nasional untuk SDM Pasar Modal

Diskusi yang berlangsung secara terbuka ini memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas SDM di sektor pasar modal nasional agar mampu mengikuti perkembangan global yang semakin dinamis.

Ali Hanafiah menyampaikan bahwa SDM merupakan pilar utama dalam membangun pasar modal yang sehat, berintegritas, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Titis Sosro menambahkan bahwa peningkatan kompetensi dan literasi keuangan harus diikuti dengan program pelatihan yang terstandarisasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, kerjasama dengan Bank Dunia merupakan langkah strategis untuk menghadirkan sistem pembinaan SDM yang berkelas internasional namun tetap sesuai dengan kebutuhan lokal Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, penguatan pasar modal syariah juga menjadi topik khusus.

Arwani Pranadjaya menekankan pentingnya penyiapan SDM yang menguasai prinsip syariah dan memahami kebutuhan investor dalam ekosistem halal.

β€œSDM pasar modal syariah yang kompeten akan menjadi kunci dalam memperluas basis investor syariah di Indonesia,” ujarnya.

Dukungan Bank Dunia untuk Penguatan SDM Indonesia

Perwakilan Bank Dunia memberikan apresiasi atas upaya DPP PROPAMI yang secara konsisten membangun ekosistem SDM sektor keuangan.

Neni Lestari dan Santi Sugiarti menegaskan bahwa Bank Dunia siap mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui penguatan pelatihan, pengembangan kurikulum bersama, serta mendorong integrasi literasi keuangan sejak usia dini.

Chitrawati Buchori menambahkan pentingnya standar kompetensi yang selaras dengan kebutuhan global, khususnya dalam menghadapi transformasi digital dan tantangan ekonomi pasca pandemi.

β€œKe depan, SDM yang adaptif, kompeten, dan memiliki daya saing global akan menjadi aset terpenting dalam membangun pasar modal yang resilien,” ujar Chitrawati.

SDM Kompeten, Pilar Masa Depan Pasar Modal Indonesia

Pertemuan DPP PROPAMI dan Bank Dunia ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada pelatihan SDM, tetapi juga membangun jejaring internasional yang kokoh.

Dengan semakin kuatnya sinergi ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan SDM pasar modal yang mampu bersaing secara global dan memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya bersama seperti ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia dan menciptakan ekosistem investasi yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

Referensi dan Sumber Data:

  • Notulen Diskusi DPP PROPAMI dan Bank Dunia, 14 Juni 2025

  • Dokumentasi Resmi DPP PROPAMI

  • Pernyataan langsung para pengurus DPP PROPAMI dan perwakilan Bank Dunia

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Apa tujuan utama diskusi DPP PROPAMI dan Bank Dunia?
    Meningkatkan kapasitas SDM pasar modal dan memperkuat sinergi global.

  2. Siapa saja yang hadir dalam diskusi ini?
    Pengurus DPP PROPAMI dan perwakilan Bank Dunia beserta analis sektor keuangan.

  3. Mengapa penguatan SDM pasar modal penting?
    Untuk membangun pasar modal yang sehat, profesional, dan kompetitif secara global.

  4. Apa fokus pengembangan SDM pasar modal syariah?
    Mempersiapkan tenaga profesional yang paham prinsip syariah dan ekosistem halal.

  5. Apa peran Bank Dunia dalam kolaborasi ini?
    Memberikan dukungan teknis, pengembangan kurikulum, dan pelatihan berstandar global.

  6. Apa manfaatnya bagi masyarakat?
    Masyarakat akan mendapatkan layanan pasar modal yang lebih berkualitas dan terpercaya.

  7. Apakah program ini berkelanjutan?
    Ya, direncanakan akan menjadi kolaborasi jangka panjang dengan program yang terstruktur.

  8. Apa tantangan terbesar penguatan SDM saat ini?
    Kebutuhan akselerasi pelatihan yang relevan dengan perubahan industri global.

  9. Bagaimana peran PROPAMI ke depan?
    Menjadi garda terdepan dalam membina SDM dan memperluas literasi pasar modal.

  10. Apa dampak yang diharapkan?
    Terbentuknya SDM unggul yang mampu mendorong pertumbuhan pasar modal nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses