AJIMARTONO.COM โ Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bersama Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sistem pembayaran.
Kegiatan ini diselenggarakan di Alila Solo, Jawa Tengah, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan industri keuangan dan lembaga sertifikasi. (19/06/2025)
Diskusi intensif ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja di sektor sistem pembayaran yang kini semakin strategis dalam mendukung stabilitas dan keamanan transaksi keuangan nasional.
Menyusun Standar, Memperkuat Kompetensi
FGD ini menyoroti pentingnya penyusunan standar kompetensi sistem pembayaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan dinamisnya perkembangan teknologi.
BNSP bersama Bank Indonesia sepakat bahwa sistem pembayaran memerlukan SDM yang tersertifikasi dan teruji kemampuannya.
Ada tiga fokus utama dalam sertifikasi kompetensi:
-
Standar Kompetensi: Pengembangan standar yang tepat sesuai kebutuhan sistem pembayaran modern.
-
Program Sertifikasi: Penyelenggaraan sertifikasi yang diakui secara nasional dan diadopsi oleh pelaku industri.
-
Evaluasi Kompetensi: Mekanisme penilaian berkelanjutan untuk memastikan SDM memiliki keahlian yang mumpuni.
Perwakilan BNSP menyampaikan bahwa sistem pembayaran adalah salah satu sektor prioritas yang memerlukan regulasi kompetensi yang ketat untuk menjaga kualitas layanan keuangan Indonesia.
Kunci Peningkatan Daya Saing Industri
Selain fokus pada sertifikasi, penguatan SDM menjadi bahasan penting dalam FGD ini.
Upaya peningkatan SDM dilakukan melalui tiga strategi utama:
-
Pelatihan dan Pengembangan: Menyelenggarakan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri terkini.
-
Pengembangan Kurikulum: Menyusun kurikulum yang aplikatif dan adaptif terhadap transformasi digital.
-
Kemitraan dengan Industri: Membangun kolaborasi erat antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha.
Perwakilan Bank Indonesia menekankan bahwa penguatan SDM bukan hanya untuk kepentingan institusi, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pembayaran nasional.
Kementerian Ketenagakerjaan menambahkan bahwa sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) harus menjadi fondasi dalam membentuk SDM yang profesional dan berdaya saing global.
Membangun SDM Unggul untuk Sistem Pembayaran Nasional
FGD ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menyusun kerangka sertifikasi sistem pembayaran yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berkualitas dan penguatan SDM yang masif, Indonesia dapat menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan dipercaya publik.
Langkah ini sejalan dengan komitmen nasional dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan sektor keuangan di era digital.
FAQ โ Pertanyaan yang Sering Diajukan
-
Apa tujuan FGD Sertifikasi Sistem Pembayaran di Solo?
Membahas pelaksanaan sertifikasi kompetensi dan penguatan SDM sektor sistem pembayaran. -
Siapa penyelenggara FGD ini?
BNSP bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan. -
Mengapa sertifikasi kompetensi sistem pembayaran penting?
Untuk memastikan kualitas layanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital. -
Apa yang dibahas dalam FGD ini?
Standar kompetensi, program sertifikasi, penguatan SDM, dan kemitraan dengan industri. -
Bagaimana penguatan SDM dilakukan?
Melalui pelatihan, pengembangan kurikulum, dan kerja sama industri. -
Apa manfaat sertifikasi bagi SDM sistem pembayaran?
Meningkatkan profesionalisme, kredibilitas, dan daya saing tenaga kerja. -
Siapa saja yang mengikuti FGD ini?
Perwakilan BNSP, BI, Kemnaker, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri sistem pembayaran. -
Apakah sertifikasi ini berbasis SKKNI?
Ya, sertifikasi akan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. -
Bagaimana dampak FGD ini bagi industri keuangan?
Mendorong layanan keuangan yang lebih aman, efisien, dan terpercaya. -
Apakah program sertifikasi ini berkelanjutan?
Ya, dirancang untuk terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan.



