DI TENGAH arus transformasi digital dan tuntutan efisiensi layanan keuangan, kebutuhan akan SDM yang kompeten di sektor sistem pembayaran makin mendesak.
Hal inilah yang menjadi inti pembahasan dalam kegiatan diskusi bertajuk “Penguatan Peran Asesor di Bidang Sistem Pembayaran” yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Sistem Pembayaran Indonesia (LSP SPI) pada Selasa pagi di Graha Mandiri, Jl. Imam Bonjol, Jakarta. (08/07/2025)
Turut hadir dan menjadi narasumber utama dalam forum tersebut adalah NS Aji Martono, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dikenal aktif dalam memperjuangkan pentingnya profesionalisme berbasis standar kompetensi nasional.
Asesor: Garda Terdepan dalam Menjamin Kualitas SDM
Dalam pemaparannya, Aji Martono menekankan bahwa peran asesor bukan sekadar pelengkap administratif dalam proses sertifikasi, melainkan aktor penting dalam menjaga integritas dan kredibilitas sertifikasi kompetensi di sektor strategis seperti sistem pembayaran.
“Asesor adalah wajah dari sistem sertifikasi. Mereka yang memastikan bahwa kompetensi tidak hanya diakui secara formal, tapi juga benar-benar dikuasai oleh individu yang bersangkutan,” ujar Aji dengan nada tegas namun bersahabat.
Menurutnya, di era disrupsi dan akselerasi digital, sektor sistem pembayaran menjadi jantung baru ekonomi digital Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan asesor yang memahami substansi teknis, sekaligus menjunjung etika profesi, menjadi mutlak.
Peran LSP SPI dan Tantangan Sertifikasi Digital
Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi internal LSP SPI untuk memperkuat tata kelola sertifikasi profesi, khususnya untuk skema-skema terkait sistem pembayaran—mulai dari operator frontliner hingga analis sistem backend.
LSP SPI berkomitmen mengembangkan skema kompetensi yang sejalan dengan SKKNI dan kebutuhan aktual industri, termasuk integrasi sistem berbasis QRIS, open API, hingga digital wallet.
Aji juga mendorong agar LSP SPI dapat menjadi pionir dalam mengembangkan metodologi asesmen digital, yang tetap menjaga objektivitas dan validitas hasil meskipun dilakukan secara daring.
Kolaborasi Jadi Kunci
Forum ini dihadiri oleh para asesor, master asesor, dan perwakilan lembaga keuangan yang aktif dalam sistem pembayaran nasional.
Diskusi berjalan hangat dan produktif, dengan berbagai gagasan terkait peningkatan kualitas asesor, peningkatan etika profesional, dan keberlanjutan proses pelatihan.
Aji menambahkan bahwa penguatan peran asesor tidak bisa dilakukan sendiri oleh LSP, melainkan butuh dukungan sinergis dari industri, regulator, dan komunitas profesi.
“Kalau kita ingin mencetak tenaga kerja yang benar-benar siap, maka asesornya pun harus siap—baik dari sisi kompetensi, integritas, maupun kemampuannya mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Investasi Jangka Panjang untuk Sistem Pembayaran yang Andal
Melalui forum ini, LSP SPI tidak hanya memperkuat sistem internalnya, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan proses sertifikasi yang kredibel dan relevan.
Dan lewat kehadiran Aji Martono, arah kebijakan pengembangan profesi asesor pun menjadi lebih jelas dan terarah.
“Saya percaya, sistem pembayaran yang andal hanya bisa dibangun dengan fondasi SDM yang kuat. Dan asesor adalah bagian pertama dari fondasi itu,” tutup Aji.







