JAKARTA – Institut Daarul Qur’an (Idaqu) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan generasi tangguh dan profesional. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif bertema ekonomi dan investasi.
Pada Rabu, 15 Desember 2022, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Idaqu Jakarta menggelar talkshow bertajuk “Peluang dan Tantangan Pasar Modal”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Idaqu dan menghadirkan Direktur PT Capital Bridge Sekuritas, Aji Martono, S.H.I., CES., CSA., CRA., CRP., sebagai narasumber. Turut hadir Wakil Rektor I Idaqu, Marzuki, S.Kom., M.MSI.
Dalam sambutannya, Marzuki menegaskan pentingnya mahasiswa memahami pasar modal. Menurutnya, pasar modal memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan dan wadah investasi masyarakat.
“Pasar modal menjadi salah satu sumber dana untuk perusahaan mengembangkan bisnis dan memperluas usahanya. Di sisi lain, ini juga memberi peluang bagi investor untuk berinvestasi di saham-saham potensial,” ujar Marzuki.
Materi utama disampaikan oleh Aji Martono yang menjelaskan bahwa pasar modal adalah tempat terjadinya transaksi instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan derivatif. Ia menekankan bahwa pasar modal menyediakan ruang bagi perusahaan untuk mengakses pendanaan, serta bagi investor untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi nilai saham.
Namun, Aji juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi di pasar modal, antara lain fluktuasi harga saham yang bisa berubah drastis dalam waktu singkat, serta kerentanan terhadap kondisi global seperti krisis ekonomi, inflasi, dan ketidakstabilan politik.
“Meski risikonya nyata, pasar modal tetap menawarkan peluang besar. Perusahaan bisa mendapatkan dana pengembangan usaha, dan investor bisa meraih keuntungan dari pergerakan harga saham,” jelas Aji.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas di pasar modal. Perusahaan yang terdaftar di bursa wajib memenuhi standar pelaporan keuangan yang ketat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Di akhir sesi, Aji mengajak mahasiswa untuk terus memperluas wawasan dan memahami risiko yang melekat dalam dunia investasi. “Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa memaksimalkan peluang yang ada di pasar modal,” tutupnya.



