AjiMartono.com – Tahun 2026 bukan sekadar angka di kalender; menurut Global Risks Report, ini adalah tahun di mana “era kompetisi” benar-benar dimulai. Bayangkan sebuah kapal besar yang sedang berlayar, namun tiba-tiba peta navigasi lama tidak lagi berlaku karena arus laut (geopolitik) berubah arah secara ekstrem.
Di sinilah peran GRC (Governance, Risk, and Compliance) berubah dari sekadar “fungsi pendukung” menjadi “pusat kendali” perusahaan.Mari kita bedah bagaimana GRC merespons tantangan 2026:
1. Governance (Tata Kelola): Bukan Lagi Sekadar Kepatuhan, Tapi Ketahanan
Halaman 15 laporan menyebutkan bahwa mekanisme kerja sama internasional mulai runtuh. Bagi perusahaan, ini berarti Governance tidak bisa lagi hanya fokus pada aturan internal.
Dewan Direksi kini harus menjadi “radar” geopolitik. Tata kelola yang baik di tahun 2026 adalah tentang seberapa cepat perusahaan bisa mengambil keputusan saat terjadi sanksi ekonomi mendadak atau perubahan regulasi lintas negara.
Strategi yang perlu dilakukan, membangun struktur organisasi yang tangkas agar visi perusahaan tetap tegak meski peta politik dunia bergoyang.
2. Risk (Manajemen Risiko): Menghadapi Risiko yang Saling Mengunci
Dalam GRC konvensional, kita sering melihat risiko dalam kotak-kotak terpisah (risiko keuangan, risiko operasional, dll). Namun, laporan 2026 menunjukkan bahwa risiko geopolitik bersifat “compounding” atau saling mengunci.
Konflik di satu wilayah kini bisa memicu serangan siber ke infrastruktur Anda di wilayah lain, yang kemudian berujung pada krisis rantai pasok.
Strategi yang perlu dilakukan, Manajemen Risiko harus naik kelas menjadi Integrated Risk Management. Kita tidak lagi bertanya “apa risikonya?”, tapi “bagaimana jika semua risiko terjadi bersamaan?”.
3. Compliance (Kepatuhan): Menari di Antara Aturan yang Berbenturan
Ini adalah bagian tersulit di tahun 2026. Dengan dunia yang terfragmentasi (multipolaritas), aturan di satu negara mungkin bertolak belakang dengan negara lain.
Tim kepatuhan akan merasa seperti penari di atas tali tipis. Mematuhi aturan di Wilayah A mungkin membuat Anda melanggar kebijakan di Wilayah B.
Strategi yang perlu dilakukan, Compliance harus menjadi fungsi yang proaktif. Bukan lagi sekadar mengisi formulir, tapi melakukan diplomasi korporat dan analisis hukum yang mendalam untuk memastikan operasional tetap aman secara legal di tengah perang dagang.
GRC sebagai Keunggulan Kompetitif
Jika 2026 adalah tahun kompetisi geopolitik, maka perusahaan yang menang bukan hanya yang paling kaya, tapi yang memiliki sistem GRC paling adaptif.
GRC bukan lagi beban administratif atau “polisi” perusahaan. Di tahun 2026, GRC adalah instrumen utama untuk mengubah ketidakpastian geopolitik menjadi peluang strategis. Perusahaan yang memahami Governance yang kuat, Risk yang terintegrasi, dan Compliance yang cerdas akan tetap melaju kencang saat yang lain terhenti oleh badai politik.
Oleh : Deden Wahyudiyanto, MM, CSA, CRP, CIB, CPIA, GRCP, IRMP (ERM | GRC | GCG | ESG | BCM | Risk & Resilience Strategist)






