Membangun Foresight Dalam Dinamika Sosial Lewat ISO 31050

Membangun Foresight Dalam Dinamika Sosial Lewat ISO 31050

Oleh : Deden Wahyudiyanto, MM, CSA, CRP, CIB, CPIA, GRCP, IRMP (President Director at PT TAP Kapital Indonesia)

AjiMartono.com – Beberapa hari terakhir, saya melewati jalan protokol di Jakarta dengan situasi yang berbeda. Macet yang biasanya terjadi karena orang ramai pulang kerja, berubah karena menghindari kerumunan massa.

Beberapa pusat belanja berjaga lebih ketat, dan sebagian tenants terlihat tutup lebih awal. Kemudian di pemberitaan diketahui rangkaian peristiwa yang tidak biasa, bukan hanya vandalisme tapi sudah perusakan bangunan publik. Di balik itu, kita semua tahu: ada ketidakpuasan yang meluap.

Bacaan Lainnya

Situasi seperti ini bukan hal baru. Kita pernah menyaksikan momen-momen serupa di masa lalu—dari peristiwa Mei 1998, aksi demonstrasi 2019, hingga berbagai protes kebijakan yang viral di media sosial. Setiap kali, kita cenderung baru sibuk merespons setelah eskalasi terjadi.

Pertanyaannya: bisakah kita membaca tanda-tanda lebih dini?

Dari Prediksi ke Antisipasi

Di sinilah relevansi ISO/TS 31050:2023 muncul. Standar ini memperkenalkan kerangka untuk mengelola emerging risks—risiko yang samar, belum terdefinisi jelas, tapi punya potensi besar mengganggu. Salah satu kuncinya adalah Anticipation: kemampuan membangun foresight.

Anticipation berbeda dari prediksi biasa. Prediksi sering berbasis data historis. Anticipation menuntut kita peka terhadap weak signals: tanda-tanda kecil yang, bila diperhatikan, bisa memberi peringatan sebelum krisis membesar.

Contohnya di Jakarta minggu lalu:

  • Transportasi: lonjakan penumpang menuju titik protes tertentu.
  • Ekonomi mikro: penurunan drastis transaksi di area yang biasanya ramai.
  • Narasi publik: trending topic media sosial dengan sentimen negatif yang konsisten terhadap kebijakan tertentu.

Sendiri-sendiri, sinyal ini mungkin tampak remeh. Tapi bila dirangkai, ia jadi gambaran besar tentang risiko sosial yang sedang menguat.

Kolaborasi sebagai Kunci

ISO 31050 menekankan bahwa foresightbukan pekerjaan satu aktor. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, LSM, media, bahkan sektor bisnis.

  • Pemerintah bisa memperkuat mekanisme horizon scanning dengan data real-time lintas sektor.
  • LSM berperan membawa suara akar rumput yang kadang tak terekam dalam kanal resmi.
  • Media berfungsi bukan hanya sebagai penyampai berita, tapi juga early warning system yang memperlihatkan pola kecil yang berulang.
  • Bisnis dapat ikut membaca pola pasar: perubahan konsumsi, anomali logistik, hingga naik-turunnya aktivitas pelanggan.

Seandainya mekanisme ini berjalan lebih solid, banyak “kejutan” sosial bisa dikelola dengan lebih konstruktif, bukan sekadar ditangani dengan pemadaman api darurat.

Dari Reaktif ke Proaktif

Pelajaran terpenting dari ISO 31050 adalah shifting mindset: dari reaktif menjadi proaktif.

Foresight membantu organisasi dan masyarakat untuk:

  1. Membangunhorizon scanning: mengumpulkan data transportasi, ekonomi, sosial, hingga digital.
  2. Menganalisis narasi publik: memahami keresahan sebelum berubah jadi amarah kolektif.
  3. Menyiapkan skenario alternatif: apa yang dilakukan jika protes meluas, atau jika situasi mereda.
  4. Berkomunikasi adaptif: meredam rumor dengan informasi yang cepat, jelas, dan transparan.

Literatur tentang ISO 31050 menekankan bahwa anticipation bukan soal meramal masa depan, melainkan membangun kecerdasan kolektif dalam menghadapi ketidakpastian.

Membaca Tanda, Menyiapkan Jalan

Malam itu, ketika saya melewati jalan-jalan yang tampak lebih sepi, saya sadar satu hal: tanda-tanda kecil selalu ada. Pertanyaannya, apakah kita siap membacanya?

ISO 31050 memberi kita lensa baru untuk melihat risiko sosial. Dengan membangun foresight berbasis anticipation, kita bisa mengubah cerita dari sekadar “krisis yang datang tiba-tiba” menjadi “perubahan yang bisa dikelola”.

Karena pada akhirnya, risiko sosial bukan hanya tentang ancaman. Ia juga peluang—untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif, resilien, dan tanggap terhadap perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses